Surabaya (beritajatim.com) – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (Kanwil Kemenag Jatim) dan Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) menggelar Lokakarya Praktik Baik Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), Senin (20/6/2023).
Plt Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jatim Dr Santoso mengatakan pola pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka sudah lama dijalankan madrasah. Kata dia, pendidikan madrasah juga memperkuat penanaman karakter keagamaan untuk mencetak generasi islami dan berakhlak mulia.
Oleh karena itu, menurutnya pendidik harus membekali sejumlah pengetahuan yakni nilai ilahiyah dan nilai insaniyah. Tujuan yang sama seperti terkandung dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), salah satu hal yang ditekankan dalam Kurikulum Merdeka.
“Kurikulum yang dilaksanakan di madrasah bertujuan menyiapkan anak didik agar mampu beradaptasi di tengah masyarakat setelah lulus nanti,” ujar Santoso.
Sementara Puji Lestari, guru SD Negeri Terpadu Utama 2 Tana Tidung, Kalimantan Utara mengatakan bahwa pandemi memberi banyak pengalaman berharga. Terutama terkait dengan pengubahan metode pembelajaran di kelas.
Hal itulah yang juga mendorongnya menggunakan asesmen diagnostik, pembelajaran terdiferensiasi, dan penyederhanaan kurikulum dalam pembelajaran. Asesmen diagnostik membantu Puji untuk mengetahui tingkat kemampuan membaca siswa.
Sedangkan pembelajaran terdiferensiasi membantunya meningkatkan hasil belajar siswa. Serta penyampaian materi ajar yang sesuai kemampuan siswa, mampu mempermudah mereka memahami dan menguasai materi belajar. “Ketika kurikulum merdeka hadir, saya merasa sudah siap dan lebih percaya diri. Sebab, terbiasa menggunakan tiga karakteristik kurikulum nerdeka dalam pembelajaran waktu pandemi,” tuturnya.
Ia menilai, penggunaan karakteristik kurikulum merdeka terbukti efektif meningkatkan kemampuan membaca siswanya. Pada tahun akademik 2022/2023, Puji berhasil membantu 67 persen siswanya mencapai tingkat pemahaman membaca dalam waktu tujuh bulan. “Tercatat, dari 23 siswa pada Juli 2022, hanya ada tiga orang yang mencapai level pemahaman membaca. Tujuh bulan kemudian, bertambah menjadi 14 siswa yang sudah mencapai level tersebut,” tandasnya. [ipl/kun]
BACA JUGA:






