Pendidikan & Kesehatan

Kadinkes Jatim: RSUD Dr Soetomo Surabaya dan RSSA Malang Siaga Antisipasi Virus Corona

Kadinkes Jatim, Herlin Ferliana

Surabaya (beritajatim.com) – Virus Corona telah menjadi ancaman, setelah menjangkiti setidaknya 13 Negarvirus tersebut juga menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Indonesia termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang siaga masuknya virus mematikan ini.

Kadinkes Jatim Herlin Ferliana menginstruksikan agar semua fasilitas kesehatan siap dalam kemungkinan adanya virus corona masuk ke wilayah Jatim.

Seperti yang terjadi pada RSUD Dr Soetomo yang mendapati 1 pasien perempuan warga negara (WNA) China yang datang ke Indonesia pada awal Januari lalu dan mengeluhkan terserang flu.

Pasien tersebut memeriksakan dirinya atas tanda tanda penyakit flu yang ia alami ke RSUD Dr Soetomo pada 26 Januari 2020 kemarin. Tak ingin kecolongan, RSUD Dr Soetomo segera melakukan tindakan closed observasi di ruang isolasi.

Meskipun setelah perawatan dan observasi intensif, pasien yang merupakan guru bahasa mandarin itu belum bisa disebut sebagai suspect (persangkaan) virus corona. Pasalnya sejauh pemeriksaan pasien tersebut hanya menunjukkan gejala flu.

Namun untuk memastikan saat ini tim penangan virus corona atau Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-Emerging (Pinere) RSUD Dr Soetomo sedang menguji sample darah pasien.

Terkait temuan dan dugaan tersebut, Herlin Feliana Kadinkes Jatim menginstruksikan bahwa semua penanganan harus dilakukan secara serius.

“Terkait dugaan itu benar tidaknya itu terjangkit virus corona kami menginstruksikan agar semua fasilitas kesehatan menyiapkan diri dan memberikan pelayanan yang maksimal,” ujar Herlin saat memberikan keterangan kepada awak media di RSUD Dr Soetomo, Senin (27/1/2020) .

Ia juga memastikan bahwa 2 Rumah Sakit Tersier milik pemerintah Jatim telah siap siaga.

“Ada dua rumah sakit milik pemerintah Jatim, yakni RSUD Dr Soetomo dan Saiful Anwar Malang yang telah siap siaga. Untuk temuan kasus di dua rumah sakit itu kita pastikan penanganan yang maksimal sampai mereka sudah bersih, dan bisa dilepas kembali ke masyarakat dengan aman. Tetapi kalau masih perlu penanganan akan kami tindak lanjuti secara mendalam dan hingga tuntas,” pungkas Herlin. [adg/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar