Surabaya (beritajatim.com) – Dubes (Duta Besar) RI untuk India dan Bhutan, Ina Hagniningtyas Krisnamurthi, mengajak pelajar dari jenjang S1 hingga S3 bijak dalam bermedia sosial. Yakni dengan menyaring informasi sebelum mengunggah, membagikan, dan membentuk opini.
Ina pun mengajak 70 pelajar asal Indoensia yang hadir dari segala penjuru India. Ina memberikan sambutan saat pelajar Indonesia di India yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia di India (PPI India) menggelar Musyawarah Tahunan Anggota (MTA).
“Tanyakan pada diri sendiri, saya sudah berbuat apa untuk Indonesia. Do something, make your aspiration heard, make Indonesia better. Kalian bagian dari privilege 6.41% penduduk Indonesia yang belajar di luar negeri, so explore more, learn more, enhance more, and build up your capacity,” katanya.
BACA JUGA:
Seluruh Pelajar Indonesia di India Akan Berkumpul di New Delhi
MTA beragendakan pemilihan ketua baru Perhimpunan Pelajar Indonesia di India (PPI India). Selain itu berisi sidang pleno yang membahas AD/ART organisasi dan uji publik ketua baru. Dalam sambutannya, Ina mengucapkan selamat kepada ketua terpilih. Adalah Fikri, mahasiswa Aligarh Muslim University. Ina menyebut, mahasiswa adalah wajah Indonesia.
Dengan bisa bertahan hidup di India, menurut Ina, pelajar Indonesia akan mampu bertahan di mana pun. Tak hanya itu, dibutuhkan kreativitas dan inovasi serta rasa penasaran dan keingintauan atas sesuatu. Ina menyebut, rasa kecewa adalah hal biasa. Pelajar harus tangguh dan bangkit. Sebab, kecewa adalah bagian dari siklus kehidupan.
Ina berharap PPI dapat mengimplementasikan pengetahuan yang dimiliki. Khususnya dengan mengambil peran dengan memberikan sumbangsih bagi negeri. Ina memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa Indonesia di India demi tercapainya tujuan bersama.

“Dalam demokrasi kita bertanggung jawab pada pilihan kita. We are the pilot, passenger and flight attendant. Tujuan dari organisasi adalah aspirasi, mau dibawa kea rah bagaimana Indonesia ini, organisasi harus bergerak,” kata Ina dalam pernyataan tertulis yang diterima beritajatim.com, Minggu (6/8/2023).
MTA ke-25 ini diselenggarakan secara luring bertemakan ‘Harmony in Silver Jubilee’. Selain MTA, terdapat pula agenda festival Indonesia-India ‘Indoneshiyaaee Aur Bharatiya Tyohar (IBHATY)’. MTA-IBHATY merupakan program penutupan sebelum berakhirnya masa kepemimpinan PPI periode 2022-2023. MTA-IBHATY dihadiri 70 mahasiswa dari jenjang S1 hingga S3 yang tersebar di India.
Antara lain Bengaluru, Mangaluru, Nalanda, Aligarh, Varanasi dan kota lainnya. Pelajar ini terbagi menjadi 7 komisariat. Adalah Lucknow, Aligarh, Gujarat, Hyderabad, Karnataka, Delhi, dan Punjab.
BACA JUGA:
10 Mahasiswa dan 1 Dosen University India Kunjungi Universitas Kadiri
Yang menarik, di MTA-IBHATY kali ini disahkannya komisariat baru. Yaitu PPI Nalanda. Acara yang berlangsung selama tiga hari itu bertempat di Kedutaan Besar RI di New Delhi. Panitia MTA tahun ini adalah PPI Gujarat.
Acara dibuka dengan nyanyian khas Bali berjudul Ratu Anom oleh Indah Lestari, mahasiswa Master of World Literature Nalanda University. Tak lama berselang, Mega Mei Wahidawati, Ketua Pelaksana MTA IBHATY memberikan sambutan. Bagi Mega, MTA adalah ajang untuk bersilaturahim.
“Ini merupakan titik awal silaturahim untuk mempererat persaudaraan. Kali ini MTA digelar segara offline setelah pandemi. Semoga dengan ini PPI bisa lebih hangat, dan berkiprah lebih baik di masa depan, serta memberikan kontribusi lebih besar untuk bangsa,” katanya.
Senada dengan Mega Mei, Fauzan Azhim Ketua PPI India 2022-2023 menyebut MTA-IBHATY dapat menumbuhkan kekompakan antar pelajar. “Ini adalah wadah silaturahim dan memicu kekompakan, saya berterimakasih kepada KBRI New Delhi. PPI India adalah organisasi tertua yang ada sejak 1997. Saya harap PPI India matang secara pemikiran, anggota dan organisasi,” pungkasnya. [suf]






