Bojonegoro (beritajatim.com) – Pencari ikan pladu di Sungai Bengawan Solo turut Desa Tanggungan Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro yang tenggelam berhasil ditemukan. Saat ditemukan kondisi korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
“Korban sudah ditemukan sekitar pukul 08.45 WIB,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Ardhian Orianto, Jumat (5/1/2024).
Upaya pencarian yang dilakukan Tim Search and Rescue (SAR) yang dipimpin Basarnas beserta potensi SAR gabungan itu membuahkan hasil setelah dua hari. Korban diduga tenggelam pada Rabu (3/1/2024) petang saat mencari ikan pladu.
Korban atas nama Solikin (55) petani asal Dusun Nggowok RT 12 RW 05 Desa Lebaksari Kecamatan Baureno ditemukan di pintu air 1 Bendung Gerak wilayah Babat, Kabupaten Lamongan. Jasadnya kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.
Sekadar diketahui, korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo itu dilaporkan pihak keluarga karena hingga malam tidak kunjung pulang. Padahal pamitnya, korban hendak mencari ikan pladu atau ikan mabok di Sungai Bengawan Solo turut Desa Tanggungan Kecamatan Baureno.
Menurut keterangan Kapolsek Baureno IPDA Suiswanto, korban bersama warga lain saat itu sedang mencari ikan di Sungai Bengawan Solo. Korban berangkat mencari ikan sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, hingga pukul 17.30 WIB yang bersangkutan belum pulang.
Sedangkan, warga lain sudah mulai pulang karena kondisi mulai gelap. “Setelah hingga malam tidak kunjung pulang, pihak keluarga bersama warga sekitar sempat mencari korban di bantaran sungai. Namun tidak ditemukan.
Sementara diketahui, kondisi debit air sungai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Bojonegoro trennya sedang naik. Kondisi air saat ini keruh, berwarna kecoklatan. Kondisi tersebut yang diduga membuat ikan mabok dan banyak diburu warga. [lus/but]






