Ngawi (beritajatim.com) – Seorang pemuda asal Kecamatan Karanganyar, Ngawi tenggelam di sungai Desa Sidolaju Kecamatan Widodaren, Ngawi, Sabtu (26/11/2022) pukul 16.30 WIB. Diduga pemuda yang mencari ikan itu terseret jala yang terbawa arus sungai, jala ikan itu dililitkan korban di leher sehingga menyeretnya. Warga setempat akhirnya menemukan korban di kedalaman sekitar 10 meter. Usai diangkat korban sudah tidak bernyawa.
Kapolsek Widodaren AKP Zainal Arifin membenarkan kejadian tersebut. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi, diketahui korban adalah Sutra Haryana (28) pemuda asal Desa Gembol Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
“Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi, korban ini hendak mencari ikan di sungai Desa Sidolaju, Widodaren. Korban membawa jala dan menyusuri sungai dari arah barat ke timur. Jala dililitkan ke leher korban dan saat menyeberangi sungai yang berarus deras, jala semakin membuatnya tertarik arus,” kata Zainal pada beritajatim.com, Minggu (27/11/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”tewas-tenggelam”]
Korban yang tidak mahir berenang itu langsung tertarik arus dan hanyut. Korban pun tenggelam. Warga kemudian melakukan pencarian. Sebagian sudah melaporkan ke pihak kepolisian. Tak selang beberapa lama, teman korban yang mengetahui kejadian itu langsung mencari ke dasar sungai.
“Teman korban ada yang menolong dan menemukan korban di kedalaman sekitar 10 meter. Korban pun diangkat namun sudah tidak bernapas. Kemudian dibawa ke Puskesmas Kauman. Ternyata korban sudah meninggal dunia,” kata Zainal.
Keluarga korban pun menerima kejadian itu sebagai musibah dan tak menuntut siapa-siapa. Jenazah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Zainal berpesan kepada masyarakat agar berhati-hati saat beraktivitas di sungai, embung, maupun waduk. Jika tak mahir berenang sebaiknya tidak nekat masuk ke air. Pun, bagi yang mahir berenang juga diminta agar tetap waspada dan berhati-hati.
“Ini berlaku bagi pencari ikan yang menggunakan jala juga bagi para pemancing yang beraktivitas di sekitar sungai, embung, dan waduk. Jika melihat orang yang tenggelam segera panggil petugas atau siapa saja yang bisa memberikan pertolongan,” pungkasnya. [fiq/suf]






