Ngawi (beritajatim.com) – Penangkapan seorang pemuda yang mengamuk sambil membawa golok di Desa Tepas, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, berlangsung dramatis, Senin (23/2/2026). Polisi membutuhkan waktu hingga enam jam untuk melumpuhkan pelaku yang bersembunyi di dalam rumah bersama adiknya.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.15 WIB. Pelaku berinisial JP (35), warga Desa Tepas, dilaporkan mengamuk dengan melempari atap rumah warga sambil mengacung-acungkan golok. Aksi tersebut membuat warga resah dan ketakutan.
Petugas gabungan dari Polres Ngawi bersama Polsek Geneng segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat. Setibanya di lokasi, polisi berusaha melakukan negosiasi agar pelaku menyerahkan diri.
Namun, pelaku memilih bertahan di dalam kamar rumahnya bersama sang adik, LK (29). Polisi yang mengenakan perlengkapan lengkap sempat berupaya menjebol jendela samping rumah, sebelum akhirnya berhasil mencongkel pintu bagian depan untuk masuk.
Saat petugas mencoba mendekat, pelaku justru semakin agresif dan mengacung-acungkan golok ke arah aparat. Negosiasi yang dilakukan beberapa kali tidak membuahkan hasil.
Kapolsek Geneng, AKP Haris Sunarto, mengatakan pihaknya sempat meminta bantuan tambahan personel dari Polres Ngawi karena keterbatasan anggota di lapangan.
“Kami tindak lanjuti laporan warga. Karena personel kurang, kami minta bantuan dari Polres. Pelaku akhirnya berhasil kami lumpuhkan. Untuk kondisi kejiwaannya masih akan didalami,” ujar AKP Haris.
Setelah upaya persuasif gagal, polisi mengambil tindakan tegas terukur dengan menembakkan senjata kejut ke arah pelaku. Sekitar enam jam berselang, pelaku akhirnya berhasil dilumpuhkan dan diamankan tanpa korban jiwa.
Warga setempat, Suwarno, mengaku pelaku sudah beberapa kali dilaporkan karena kerap mengamuk sambil membawa senjata tajam. “Tadi mengamuk sambil membawa golok dan melempari atap rumah warga. Warga sempat kesal dan mengancam akan menghakimi,” katanya.
Warga lainnya, Selvia Ade, menyebut situasi kampung kini telah kembali kondusif. “Sekarang warga sudah tenang. Pelaku berhasil ditangkap setelah pintu didobrak. Memang sering ngamuk bawa golok,” ujarnya.
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan dua bilah senjata tajam berupa golok dan pisau. JP selanjutnya dibawa ke RSUD Dokter Soeroto untuk mendapatkan perawatan dan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk evaluasi kondisi kejiwaannya. [fiq/suf]






