Ponorogo (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mendorong remaja putus sekolah untuk kembali belajar dan menamatkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi mulai SD hingga SMA. Tentu, biaya akan diakomodir oleh Pemkab.
“Upaya ini untuk solusi menekan angka putus sekolah,” kata Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Sabtu (4/2/2023).
Sugiri menyebut upaya yang dilakukan Pemkab Ponorogo ini sebagai wujud menyukseskan program wajib belajar 12 tahun. Sehingga, remaja di Kabupaten Ponorogo yang putus sekolah didorong untuk menuntaskan pendidikan hingga SMA.
“Ini dalam rangka menyukseskan pendidikan wajib 12 tahun di Ponorogo, kita dorong remaja yang putus sekolah bisa melanjutkan lagi sekolahnya,” kata Kang Giri sapaan akrab Sugiri.
Komitmen Pemkab Ponorogo dalam mendorong remaja putus sekolah agar sekolah lagi tidak main-main, dana sebesar Rp1,2 miliar dianggarkan dalam APBD 2023. Mereka didorong untuk belajar di sanggar ataupu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
[berita-terkait number=”5″ tag=”Ponorogo”]
Dalam sekolah lanjutan ini, remaja tidak hanya diajarkan materi akademik, namun juga bakal dibekali dengan keterampilan dan kewirausahaan. Sehingga setelah lulus, remaja ini sudah memiliki skill yang siap di masyarakat.
“Ya pendidikan kesetaraan seperti kejar paket. Namun juga diberi materi keterampilan dan kewirausahaan,” imbuh Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Ponorogo Nurhadi Hanuri.
Nurhadi menyebut saat ini pihaknya masih melakukan pendataan terkait dengan remaja yang putus sekolah. Dengan pendataan ini, diharapkan data remaja yang putus sekolah valid dan lebih akurat.
“Harapannya remaja yang putus sekolah menyambut baik program ini. Sebab, bila sukses bisa meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) di Ponorogo,” pungkasnya. [end/beq]






