Ringkasan Berita:
- Pemkab Pasuruan menyiapkan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk memperbaiki jaringan distribusi air bersih di Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen.
- Perbaikan ditargetkan mulai pekan depan setelah jaringan pipa rusak akibat kebakaran hutan dan lahan di lereng Gunung Arjuno.
- Penanganan awal diprioritaskan pada pipa berdiameter 3 inci sepanjang 350 meter dan pipa 2 inci sepanjang 3.750 meter.
- Selama jaringan belum pulih, warga masih mengandalkan pasokan air bersih melalui mobil tangki BPBD.
Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyiapkan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk memperbaiki jaringan distribusi air bersih di Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen. Perbaikan ditargetkan mulai pekan depan setelah jaringan pipa rusak akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Arjuno.
Kerusakan terutama terjadi pada pipa PVC berdiameter 3 inci dan 2 inci yang meleleh akibat paparan panas saat kebakaran berlangsung. Pemerintah daerah memprioritaskan penggantian pipa berdiameter 3 inci sepanjang 350 meter dan pipa berdiameter 2 inci sepanjang 3.750 meter.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Eko Bagus Wicaksono, mengatakan kerusakan jaringan di Jatiarjo membutuhkan penggantian pipa dengan beberapa ukuran. Sementara pipa berdiameter 5 inci hanya mengalami kerusakan pada bagian sambungan, pipa berdiameter 3 inci dan 2 inci mengalami kerusakan lebih parah akibat paparan api.
“Kerusakan paling parah terjadi di Desa Jatiarjo yang memerlukan penggantian pipa diameter lima dim, tiga dim, sama dua dim. Yang lima dim hanya sambungan-sambungannya saja yang rusak, sedangkan yang tiga sama dua dim itu rusak parah karena rata-rata terkena kebakaran jadi leleh,” kata Eko Bagus Wicaksono, Selasa (20/10/2026).
Menurut Eko, perbaikan jaringan darurat diperlukan karena pasokan air bersih bagi ribuan warga terputus. Pemerintah daerah menargetkan persiapan material dan pengerahan petugas dapat diselesaikan dalam beberapa hari sebelum pengerjaan fisik dimulai.
“Pipa tiga dim sepanjang 350 meter dan dua dim sepanjang 3.750 meter itu yang segera kita tangani, insyaallah minggu depan sudah kita mulai. Kebutuhan anggaran diperkirakan sekitar Rp1 miliar,” jelasnya.
Berdasarkan laporan Pemerintah Desa Jatiarjo, kerusakan terjadi pada empat jalur jaringan pipa dengan total panjang sekitar 5,25 kilometer. Jalur yang terdampak antara lain pipa induk dari Banyu Udan menuju tandon Langkahan serta pipa dari Mata Air IMMD menuju tandon Langkahan.
Kerusakan jaringan tersebut mengganggu distribusi air bersih bagi warga di wilayah terdampak. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama perbaikan belum selesai, masyarakat mengandalkan bantuan air bersih yang dikirim menggunakan mobil tangki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Perbaikan jaringan pipa menjadi langkah penting untuk memulihkan distribusi air bersih di Jatiarjo setelah karhutla di lereng Gunung Arjuno. Pemerintah Kabupaten Pasuruan menargetkan pengerjaan dimulai pekan depan, dengan penanganan awal difokuskan pada pipa berdiameter 3 inci dan 2 inci yang mengalami kerusakan parah. [ada/beq]






