Ngawi (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi berencana membangun tiga palang pintu di tiga titik perlintasan sebidang kereta api (KA). Tiga lokasi itu yakni di Desa Pakah Kecamatan Mantingan, Desa Sidolaju Kecamatan Widodaren, dan Desa Tempuran Kecamatan Paron.
Kepala Dinas Perhubungan Ngawi Anang Heri Prabowo mengatakan, pihaknya telah menyampaikan kondisi terkini terkait beberapa titik perlintasan sebidang KA di Ngawi yang belum terjaga dan belum berpalang pintu pada Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko dalam rapat koordinasi pada Rabu (7/6/2023).
“Karena opsi untuk membuat underpass atau flyover ini butuh anggaran yang banyak, maka yang paling memungkinkan adalah membangun palang pintu. Namun, untuk tahun ini di tiga lokasi dulu, yakni di Sidolaju, Pakah, dan Tempuran,” kata Anang pada beritajatim.com, Rabu (7/6/2023).
Pembangunan palang pintu itu dianggap perlu lantaran kecepatan kereta bakal naik hingga 150 km/jam. Sehingga, akan membahayakan jika masih ada perlintasan sebidang KA yang belum ada pengaman berupa palang pintu.
BACA JUGA:
Ada Alat Peringatan Dini di Perlintasan KA Tambakromo Ngawi, Warga: Sudah Lama Tak Fungsi
“Kami memetakan total 14 lokasi yang rawan. Namun, untuk tahun ini sementara 3 lokasi dulu. Nah, untuk lokasi lainnya nanti kami akan berkoordinasi dengan pihak desa masing-masing agar ada warga yang menjadi relawan yang menjaga perlintasan sebidang KA seperti di Desa Pakah Mantingan. Itu ada yang sukarelawannya dan pakai palang ointu bambu. Itu nanti akan kami bangun,” kata Anang. [fiq/suf]






