Lamongan (beritajatim.com) – Memasuki musim penghujan, kini Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lamongan gencar melakukan perampingan pohon dan dahannya yang beresiko tumbang dan patah di kawasan perkotaan.
“Memasuki musim hujan, kita melakukan percepatan perampingan pohon-pohon yang beresiko tumbang atau dahannya patah. Dengan menambah angkutan dump truk untuk mempercepat angkutan pembuangan ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir),” kata Kepala DLH Lamongan, Andhy Kurniawan, Sabtu (27/1/2024).
Andhy menyebut, perapian pohon secara bertahap dan menyeluruh tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kecelakan yang timbul akibat tumbangnya pohon yang diterjang hujan dan angin saat musim penghujan.
“Perampingan pohon dilakukan setiap hari mulai bulan Januari sampai Desember dalam tiap tahunnya. Apalagi saat musim hujan, kami semakin gencar untuk mengantisipasi pohon yang tumbang dengan melakukan pembinaan dan pengerahan tim reaksi cepat (TRC) DLH dari staf pertamanan,” terangnya.
Mulai tanggal 2 Januari lalu, tutur Andhy, DLH Lamongan telah melakukan perapian pohon di sepanjang Jalan Sunan Drajat, Jalan dr. Wahidin, Jalan Kusuma Bangsa dan Jalan Sunan Giri. Hal itu juga dilakukan oleh DLH Lamongan di Jalan Sumargo hingga kini.
Proses pengerjaannya berlangsung mulai pukul 07.30 WIB sampai pukul 14.00 WIB. Para petugas DLH dilengkapi alat atau armada dan safety seperti skylift truck, dump truck, mobil pick up, hingga lainnya. “Dalam pelaksananya, sehari bisa ada tujuh personil utama, dan kalau tugas tangki penyiraman sudah selesai biasanya kami tambahkan untuk membantu pemangkasan pohon sebanyak enam personil,” bebernya.
Tidak cukup itu, tambah Andhy, TRC DLH juga melakukan pengecekan terhadap pohon-pohon yang beresiko tumbang dengan memperhatikan kondisi batang pohon yang mengalami pengeroposan, kemiringan pohon, serta pohon yang sudah mati.
Pohon-pohon yang berpotensi patah atau tumbang dari hasil pengecekan kemudian ditindaklanjuti dengan dilakukan penebangan. Sedangkan untuk pohon yang kondisinya sudah tua akan tetap dipertahanlan jika masih kokoh.
Lebih lanjut, Andhy mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati saat berkendara di musim penghujan. Terlebih tidak berteduh di bawah pohon. “Kami berharap masyarakat tidak berteduh di bawah pohon atau memarkirkan kendaraannya di bawah pohon pada saat hujan dan angin kencang. Hal ini untuk mencegah atau mengantisipasi jatuhnya dahan pohon ke diri kita maupun kendaraan, akibat angin atau hujan,” pungkasnya.[riq/kun]






