Bojonegoro (beritajatim.com) – Subsidi penyaluran jaringan gas (Jargas) rumah tangga di Kabupaten Bojonegoro sudah rampung. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) melalui PT Pertamina Gas Negara (PGN) memberikan sebanyak 10.000 sambungan rumah (SR) bagi warga Bojonegoro.
Kontraktor pelaksana pembangunan infrastruktur jaringan gas bumi (Jargas) untuk rumah tangga di Bojonegoro, PT Hutama Karya (HK) telah menggelar Ceremonial Gas In Pembangunan Jargas Paket 14 Tahun Anggaran 2021 di Balai Desa Beged, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (24/2/2022).
Analis Eksplorasi Dan Eksploitasi Migas Bagian Perekonomian Dan Sumber Daya Alam (SDA) Pemkab Bojonegoro Weiga Bagus Andrianto mengatakan, penyediaan jargas rumah tangga ini rencananya akan diteruskan Pemkab Bojonegoro dengan sistem Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
KPBU ini, lanjut Weiga, artinya biaya pembangunan awal ditanggung oleh badan usaha terlebih dahulu, yang nantinya biaya pengembaliannya dari pemerintah secara bertahap. “Rencananya pengembangan akan dilakukan tahun 2023. Jadi pemerintah agar tidak terbebani,” ujarnya, Rabu (16/3/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-bojonegoro”]
Selain oleh Pemkab Bojonegoro, pemasangan jargas juga ada wacana akan dikembangkan langsung oleh PGN. Skemanya semua dibangun oleh PGN, masyarakat yang akan memasang langsung membayar biaya pemasangan sambungan dan tarif gasnya berbeda dengan yang subsidi yang pertama.
“Pengembangan PGN ini target sasaran masyarakat menengah ke atas. PGN juga sudah melakukan sosialisasi di kompleks Perumda, dan Ledok Kulon. PGN juga melihat pasar di Bojonegoro. Jika memang dirasa ekonomis bisa dilaksanakan,” terangnya.
Sekadar diketahui, tarif gas bagi sambungan rumah tangga yang bersubsidi atau Sambungan Rumah SR1 sebesar Rp4.250 sedangkan untuk SR2, sebesar Rp6.000 dan tarif yang dikembangkan langsung oleh PGN diatas Rp6.000. [lus/ted]






