Sumenep (beritajatim.com) – Pemadaman bergilir yang terjadi di seluruh wilayah Madura belum bisa ditentukan hingga kapan. Karena sampai saat ini, PT PLN (Persero) masih berupaya menemukan titik gangguan di jalur transmisi sirkuit 2, Kenjeran–Bangkalan.
Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sumenep, Regin Herico Ludi Sanu menjelaskan, saat ini PLN tengah melakukan serangkaian pengukuran untuk menentukan titik yang diindikasikan berpotensi menyebabkan gangguan. Karena itu, estimasi waktu yang dibutuhkan untuk penanganan masalah ini belum bisa diketahui secara pasti.
“Teknisi kami harus bisa menemukan titik potensi gangguan secara jelas terlebih dahulu. Setelah itu baru bisa menentukan upaya selanjutnya serta estimasi waktu yang diperlukan untuk penyelesaian perbaikan,” katanya, Kamis (16/02/2023).
Sebelum ini, PT PLN (Persero) berhasil menyelesaikan gangguan saluran kabel tegangan tinggi (SKTT) 150 kV di titik Ujung- Bangkalan sirkuit 1. Karena itu, per tanggal 13 Februari 2023, pasokan listrik di Madura dinyatakan telah pulih 100 persen. Namun ternyata keesokan harinya, yakni Selasa (14/02/2023), kembali terjadi pemadaman listrik di Madura.
“Kemarin itu, sirkuit 1 Ujung – Bangkalan memang sudah pulih. Tapu saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan potensi masalah atau gangguan di titik lain. Tepatnya, di jalur transmisi sirkuit 2, Kenjeran–Bangkalan,” terang Regin.
Gangguan tersebut harus segera ditangani supaya tidak semakin parah. Apabila dibiarkan, maka berpotensi membawa dampak yang lebih besar. “Akhirnya diputuskan melakukan perbaikan, meski dengan konsekuensi kembali memberlakukan managemen beban atau pemadaman bergilir,” ujarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”madura”]
Menurut Regin, keputusan berat itu dipilih juga dengan pertimbangan berbagai peralatan serta sumber daya yang dibutuhkan masih ada di lapangan. Seperti personel teknisi, generator set (genset), serta berbagai peralatan lain. “Mumpung peralatan masih di lapangan, kami memutuskan untuk melakukan perbaikan di jalur sirkuit 2 Kenjeran – Bangkalan,” paparnya.
Ia menambahkan, selama proses perbaikan berlangsung, PLN mengoperasikan 106 unit genset. Masing-masing mesin memiliki kapasitas listrik sebesar 5,72 MVA. Genset-genset ini telah disebar di berbagai lokasi vital pulau Madura. [tem/but]






