Gresik (beritajatim.com) – Pelaku pembunuhan pelajar SD di Desa Putat Lor, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Muhammad Qo’dad Af’alul Kirom (29) yang tega membunuh anak kandungnya AZ (9).
Ada fakta baru yang diungkap oleh polisi. Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) pelaku sudah mengasah pisau dapur sebelum melakukan penusukan sebanyak 24 kali.
Dari hasil penyelidikan di TKP, saat kejadian ibunda korban berinisial D tidak ada di rumah. Sejak hari Rabu (3/5). Perempuan tersebut meninggalkan rumah tanpa pamit usai bertengkar hebat dengan tersangka.
Wakapolres Gresik Kompol Erika Purwana Putra menuturkan, indikasi pembunuhan berencana tidak hanya dari cara tersangka bagaimana membunuh anak kandungnya melalui browsing internet melalui ponsel. Selain itu, ada pisau dapur yang sudah disiapkan.
“Pisau dapur sudah diasah oleh tersangka malam harinya untuk membunuh anak kandungnya sendiri,” tuturnya.

Saat melakukan olah TKP lanjut Erika, anggotanya yang bertugas juga menemukan selembar kertas di lokasi kejadian. Ada gambar dan tulisan tangan menggunakan pensil bertuliskan selamat tinggal Airin dan selamat datang pelangi. Kertas tersebut ditemukan di dalam kamar AZ.
“Terkait dengan kasus pembunuhan ini kami telah mengirim surat pemanggilan kepada ibu korban berinisial D,” ungkapnya.
Usai membunuh anak kandungnya sendiri. Tersangka Muhammad Qo’dad Af’alul Kirom malah tidak menyesali perbuatannya. Warga asal Manukan Kulon Surabaya itu, malah berdalih. Dirinya sengaja membunuh supaya anaknya masuk surga.
https://beritajatim.com/hukum-kriminal/polres-gresik-lakukan-tes-kejiwaan-tersangka-pembunuhan-anak-kandung/
Pelaku yang bekerja di konveksi itu meringkuk di penjara usai menjalani pemeriksaan. Bahkan, terancam hukuman mati karena melakukan pembunuhan berencana secara sadis. AZ anak semata wayang telah pergi selama-lamanya. Rumah tangga yang dibina juga hancur. Sementara ibu korban entah pergi kemana kendati polisi telah melakukan pemanggilan guna menjalani pemeriksaan sebagai saksi. (dny/ted)






