Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso buka suara soal penembakan pelajar SMK oleh polisi di Surabaya. Peristiwa itu terjadi saat Kepolisian melakukan penyergapan oknum anggota perguruan silat yang menyerang sebuah warung kopi di Semolowaru, Kota Surabaya, pada Jumat (2/12/2022).
Sugeng yang sedang berkunjung ke Surabaya mengaku prihatin mengaku prihatin dengan kembali jatuhnya korban akibat peluru polisi.
“Ya kami prihatin dengan adanya korban akibat peluru nyasar polisi. Apalagi, korbannya itu adalah pelajar SMK yang notabene masih di bawah umur,” ujarnya.
Sugeng mendorong agar keluarga NR (17) beserta 3 rekannya yang menjadi korban peluru polisi agar melaporkan kejadian tersebut ke Propam Polda Jatim. Sehingga prosesnya bisa dipertanggungjawabkan.
“Indonesa Police Watch menyarankan agar keluarga korban melapor ke Propam Polda Jatim untuk dilakukan suatu proses pengusutan. Karena dengan pelaporan ini prosesnya bisa dipertanggungjawabkan, tidak menjadi prasangka ataupun dugaan,” imbuhnya.
Untuk itu pria yang aktif dalam advokasi ini, meminta agar Propam mau menerima serta memproses laporan tersebut.
“Saya mengharapkan Propam Polda Jatim. Terbuka menerima dan segera memproses laporan masyarakat ini,” pintanya.
Sebelumnya diberitakan penyerangan warung kopi di Semolowaru oleh kelompok silat menyisakan luka tembak di perut NR (17) salah satu pelajar di bawah umur di wilayah Surabaya Timur. Dari informasi yang dihimpun beritajatim.com, setidaknya polisi menembak empat orang dalam kejadian penyerangan yang terjadi Jumat (02/12/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”Surabaya”]
Dua orang berasal dari luar kota Surabaya, yakni Tuban dan Lamongan. Sedangkan dua lainnya adalah warga Surabaya.
Menanggapi peristiwa ini, Kapolsek Sukolilo Kompol M Sholeh mengatakan jika tidak ada anggotanya yang menembak empat anggota perguruan silat saat penyerangan di Wilayah Keputih.
“Nggak ada,” jawab Sholeh singkat saat dihubungi beritajatim.com via pesan Whatsapp, Rabu, 14 Desember 2022 petang.
Keterangan Sholeh yang menyebut tidak ada anggotanya yang melakukan penembakan berbeda dengan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Akhmad Yusep Gunawan. Dalam sambutan di acara Diskusi Panel yang diselenggarakan oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya pada Rabu, 14 Desember 2022, Yusep membenarkan jika polisi melakukan tindakan tegas terukur kepada empat oknum anggota silat saat di Semolowaru
“Saat itu ditembakan tembakan pantul, dan mengenai empat orang pelaku dan tembakan pantul itu dilakukan empat petugas yang saat itu hadir di lapangan, melawan 120 orang. Baru mereka membubarkan diri,” ujar Yusep. [ang/beq]






