Malang (beritajatim.com) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang mencatat hingga pekan pertama Bulan Maret 2022 ini, ada 14 kali gempa bumi yang terjadi di wilayah Jawa Timur.
“Berdasarkan kedalaman pusat gempa bumi, ada 13 kejadian gempa bumi merupakan gempa bumi dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 km dan 1 kejadian gempa bumi menengah dengan kedalaman kurang dari 60 km, dan tidak ada kejadian gempa bumi dalam dengan kedalaman lebih dari 300 km,” ungkap Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang, Ma’muri, Senin (7/3/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”BMKG”]
Kata Ma’muri, kondisi kegempaan daerah di Jawa Timur pada periode 25 Februari hingga 3 Maret 2022, dari hasil analisa Stasiun Geofisika Malang tercatat total 14 kejadian gempa bumi. “Magnitudo terbesar tercatat adalah 4,2 dan magnitudo terkecil yang tercatat adalah 1,8,” paparnya.
Ma’muri menjelaskan, pada peta distribusi epicenter gempa bumi di periode 25 Februari sampai 3 Maret 2022 itu terlihat 11 kejadian gempa bumi terjadi di laut tersebar di Selatan Pulau Jawa dan 3 kejadian gempa bumi terjadi di darat.
“Kalau epicenter gempa bumi yang terjadi di laut yang tersebar di Selatan Pulau Jawa itu sebagai akibat dari subduksi pertemuan Lempeng Tektonik Indo-Australia dan Eurasia,” beber Ma’muri.
Ia menambahkan, gempa bumi dangkal yang terjadi di darat sebagai akibat dari pergerakan patahan lokal di daerah tersebut. Pada periode ini tidak terekam gempa bumi dirasakan.
“Dari gambar grafik frekuensi gempa bumi harian, terlihat bahwa kejadian gempa bumi terbanyak terekam pada tanggal 3 Maret 2022 dengan jumlah kejadian gempa bumi yaitu 4 kejadian gempa bumi, sedangkan kejadian gempa bumi paling rendah tercatat pada tanggal 26 dan 27 Februari 2022 yaitu 1 kejadian,” pungkasnya. (yog/kun)






