Pasuruan (beritajatim.com) – Ratusan kader PDI Perjuangan padati tebing Cinalas Desa Jurangpelen, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Mereka memperingati HUT ke-77 Kemerdekaan RI dengan mengelar upacara dan mengibarkan Bendera Merah Putih berukuran raksasa.
Mulai dari jajaran struktural DPC, jajaran Fraksi di DPRD, Pengurus PAC dan Ranting Kecamatan Gempol turut serta memeriahkan upacara. Bendera berukuran 17×20 ini terbentang di atas tebing Cinalas.
Prosesi pengibaran bendera di tebing setinggi 60 meter itu dipetugasi oleh personil Badan Penanggulanagan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan. Bertindak sebagai komandan upacara, Bung Dadang yang ahli dalam vertical rescue
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi, mengatakan hal ini sebagai rasa syukur. Tak hanya itu pengibaran inj juga momentum kebangkitan masyarakat setelah Covid-19.
“Dengan tema nasional pulih lebih cepat bangkit lebih kuat ini memberikan semangat yang luar biasa setelah pandemi Covid-19. Sehingga, kita PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan memilih mengibarkan bendera berukuran raksasa di atas tebing dalam upacara untuk memperingati HUT ke-77 RI ini,” jelas Andri.
Andri mengungkapkan jika PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan setiap tahun selalu mengadakan upacara bendera. Hal ini dilakukan guna menghormati dan mendoakan para pendiri bangsa, para kiai, ulama, tokoh agama lainnya, masyarakat, tokoh masyarakat, yang dulu ikut berjuang.
“Kita terus mengobarkan semangat juang 45 dengan mengisi kemerdekaan, dengan gaya kita di tahun 2022 dan selanjutnya. Semoga Indonesia semakin jaya, Kabupaten Pasuruan semakin hebat,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Pasuruan”]
Selain itu, Andri juga berpesan kepada masyarakat untuk tetap kuat dan semangat seletah pandemi Covid-19. Sebab, pemerintah saat ini sudah berupaya membuat kebijakan untuk pemulihan ekonimi masyarakat.
“PDI Perjuangan dalam rangka percepatan recovery pemulihan ekonomi masyarakat setelah pandemi, kita memberikan pesan agar kita tetap kuat dan tetap semangat,” tegasnya.
Terkait kenapa lokasi tebing yang dipilih adalah tebing cinalas yang notabene area bekas tambang galian C, Andri mengatakan jika PDI Perjuangan ini ingin problem lingkungan di Kabupaten Pasuruan bisa teratasi. Tak hanya itu hal ini diharapkan area-area bekas tambang yang sudah tidak dipakai bisa cepat direklamasi, bukan malah ditinggal dan dibiarkan tidak terurus.
“Selain sisi nasionalisme, problem lingkungan juga kita sorot. Kita ingin bekas-bekas tambang ini cepat direklamasi. Sebab, kalau tidak cepat direklamasi akan membahayakan ekosistem lingkungan dan rawan terjadi bencana longsor,” tandasnya. [ada/beq]






