Mojokerto (beritajatim.com) – Untuk memastikan hewan kurban sehat, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati memantau langsung pemeriksaan antemortem. Pemeriksaan kesehatan hewan ternak di penampungan 24 jam sebelum disembelih ini dilakukan lantaran ada yang merayakan Idul Fitri pada, Sabtu (9/7/2022) besok.
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mojokerto, Teguh Gunarko, Kepala Dinas Pertanian (Dispari) Kabupaten Mojokerto, Nurul Istiqomah serta Kepala Pelaksanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Yo’i Afrida melakukan pengecekan di dua titik.
Di titik pertama, Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini melakukan pengecekan bersama dokter hewan berwenang dari Dispari Kabupaten Mojokerto di Masjid Al-Anwar, Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari. Saat pemeriksaan antemortem, di titik ini ada tiga sapi yang siap disembelih Sabtu besok.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-mojokerto”]
Bupati menanyakan data kelengkapan hewan kurban kepada panitia pelaksana kurban Masjid Al-Anwar, salah satunya yakni Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). “Sapi-sapinya ada dokumen kelengkapannya?,” tanya sembari dokumen SKKH dari ketiga sapi tersebut, Jumat (8/7/2022).
SKKH tersebut merupakan salah satu dokumen yang wajib dilengkapi saat jual beli hewan ternak di masa wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ini. Usai melakukan pengecekan dokumen, Bupati bersama Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dispari Kabupaten Mojokerto drh. Agoes Hardjito memeriksa antemortem terhadap ketiga sapi.
Setelah hasil pemeriksaan antemortem terhadap ketiga sapi dinyatakan sehat dan tidak bergejala PMK, dokter hewan berwenang pun mengeluarkan SKKH hasil antemortem. SKKH hasil antemortem tersebut diserahkan langsung oleh Bupati kepada panitia pelaksana kurban Masjid Al-Anwar Modopuro.
Di titik kedua pemeriksaan antemortem, yakni di Mushola Al-Mujahidin Desa Kembangsri, Kecamatan Ngoro, Bupati kembali melakukan hal yang sama. Di titik kedua ini, sedikitnya ada delapan ekor sapi dan tiga ekor kambing yang siap disembelih pada, Sabtu besok. Hasilnya, seluruh hewan yang akan disembelih dinyatakan sehat dan tidak bergejala PMK.
Orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten Mojokerto ini pun juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar pelaksanaan kurban kali ini terutama proses pembagian daging kurban supaya tidak menggunakan plastik sebagai pembungkus daging. Hal tersebut sesuai dengan himbauan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
“Seperti imbauan Ibu Gubernur Jawa Timur, pembagiannya nanti diupayakan jangan pakai plastik untuk pembungkus daging. Diganti ya, pakai daun atau apa yang penting jangan plastik, ini untuk mengurangi sampah plastik. Masyarakat tidak perlu panik dan takut dalam pelaksanaan Idul Adha kali ini,” imbaunya.
Karena petugas kesehatan hewan yang akan melakukan pengecekan kesehatan hewan disiagakan di setiap titik penyembelihan untuk memastikan hewan kurban benar-benar dalam kondisi sehat. Nanti para dokter hewan yang ada di setiap kecamatan tersebut akan dibantu Petugas Penyuluh Lapangan (PPL). [tin/kun]







