Mojokerto (beritajatim.com) – Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto mendirikan tenda sebagai pengganti Unit Gawat Darurat (UGD) untuk pasien non Covid-19. Menyusul UGD rumah sakit Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto ini digunakan untuk pasien Covid-19.
Hal ini dibenarkan oleh Direktur RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, dr Triastutik Sriprastini. “RSU Dr wahidin Sudiro Husodo itu berupa untuk terus menampung pasien Covid-19 yang datang. Saat ini, total TT (tempat tidur, red) untuk pasien Covid-19 saja 112 TT,” ungkapnya, Jumat (25/6/2021).
Masih kata dr Trias, sebanyak 112 tempat tidur untuk pasien Covid-19 tersebut hampir separuh dari kapasitas tempat tidur yang ada di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Jumlah pasien Covid-19 yang ditanggani terus bertambah sehingga pihaknya mendirikan tenda.
[berita-terkait number=”5″ tag=”covid-19″]
“Pasien terus bertambah, tidak tertampung, tidak tertampung sehingga kita mendirikan tenda. Tenda ini untuk menampung pasien-pasien non Covid-19, UGD yang sekarang dibagi untuk pasien Covid-19 dan pasien reguler, itu sudah tidak lagi bisa menampung pasien reguler,” katanya.
Sehingga UGD RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo digunakan untuk pasien Covid-19, sementara tenda digunakan untuk melayani pasien nonton Covid-19. Jika ada pasien masuk dan bukan pasien Covid-19 akan langsung dirujuk ke ruangan biasa, sementara pasien Covid-19 akan dirujuk ke ruangan khusus Covid-19.
“Jadi total TT kita saat ini, untuk Covid-19 ada sebanyak 112 TT. Yang kita rawat saat ini, per hari ini ada sebanyak 96 pasien yang sudah di ruangan dan 11 pasien masih ada di UGD. Iya masih mencukupi, mudah-mudahan tidak terus bertambah lagi karena kalau total berarti 117 pasien,” ujarnya.
Pihaknya berharap jumlah pasien Covid-19 di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto tidak terus bertambah lagi. Jika jumlah tersebut terus bertambah maka pihaknya akan menyiapkan gedung untuk digunakan menampung pasien Covid-19. Namun pihak meminta ada kerja sama dengan rumah sakit penyangga.
“Jika bertambah lagi, terpaksa kita buka gedung lagi supaya menampung. Harapannya nanti ada kerja sama dengan rumah sakit penyangga yang lain buka rumah sakit rujukan karena rumah sakit rujukan itu harapannya adalah merawat pasien Covid-19 yang sedang hingga berat,” urainya.
Untuk pasien Covid-19 dengan kategori ringan atau tidak bergejala bisa menjalani isolasi mandiri (isoma) di rumah atau rumah sakit penyangga. Sehingga RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo bisa konsentrasi merawat pasien dengan kategori sedang hingga besar.
“Kita merawat pasien Covid-19 hampir merupakan warga Kota Mojokerto, namun ada juga dari Kabupaten Mojokerto dan Jombang. Bahkan ada yang dari Blora, mungkin saat terpapar ada di Kota Mojokerto sehingga dirawat di sini. Total TT kita 245 TT, kita alihkan untuk pasien Covid-19 112 TT. Itu berapa? Hampir 50 persen,” paparnya.
dr Trias menambahkan, padahal ketentuan Kementerian Sosial (Kemensos), minimal 30 persen ketersediaan TT. Pihaknya tidak bisa hanya melayani pasien khusus Covid-19 saja, karena masih ada pasien non Covid-19 yang harus dilakukan perawatan sehingga pihaknya mendirikan tenda pengganti UGD.
“Karena yang sakit tidak hanya pasien Covid-19, tetapi non Covid-19 pun ada. Sehingga diharapkan bisa di back up teman-teman di RS penyangga. Kamar saat ini, tinggal 6 kamar. Dua gedung, masing-masing 3 kamar. Di lantai II dan III digunakan untuk pasien Covid-19. Lantai II ada dua gedung, lantai III dua gedung,” jelasnya.
Sehingga hanya menyisahkan lantai I dengan dua gedung untuk pasien non Covid-19. Poli reguler, tegas dr Trias, harus tetap berjalan untuk menampung kasus non Covid-19 karena kasus non Covid-19 harus jalan. Sehingga poli reguler tetap jalan seperti biasanya dan poli Covid-19 juga tetap jalan.
Kota Mojokerto ada enam Rumah Sakit (RS), dua RS sebagai RS rujukan pasien Covid-19 yakni RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo dan RS Gatoel. Sementara empat RS lainnya merupakan RS penyangga yakni RS Emma, RS Kamar Medika, RSI Hasanah dan RS Rekso Waluyo.
Sementara itu, Peta Sebarkan Covid-19 Kota Mojokerto per 21 Juni 2021 di laman Jatim Tanggap Covid-19, jumlah pasien terkonfirmasi ada sebanyak 2.940 pasien, aktif 192 pasien, sembuh 2.549 pasien dan meninggal 199 pasien. Pasien suspek 1.008 pasien, probable dua pasien di menjalani isolasi sebanyak 1.008 pasien. [tin]








