Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur (Disbudpar Jatim) kembali menggelar East Java Tourism Award dan East Java Fashion Harmony 2021 di Grand Mercure. Dalam serangkaian acara tersebut penghargaan bergengsi tingkat Jawa Timur ini akan diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Jumat (10/12/2021) malam ini.
Kepala Disbudpar Jatim, Sinarto mengatakan, penyelenggaraan East Java Tourism Award 2021 ini memberikan ruang apresiasi untuk insan pariwisata Jawa Timur. Beberapa penghargaan yang diberikan kepada pemenang yakni, Penghargaan Daya Tarik Wisata, Lomba Video Profil Desa Wisata Jawa Timur, Lomba Film Pendek Pesona Wisata Jawa Timur, Penghargaan Virtual Tour Desa Wisata Festival Dewi Cemara, Penghargaan Industri Pariwisata Jawa Timur 2021 (homestay, restoran bintang, restoran non bintang, rumah makan), Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 dari Jawa Timur dan Warisan Budaya Tak Benda Provinsi Jawa Timur 2021.
East Java Fashion Harmony 2021 juga menghadirkan lima designer dengan tema wastra batik Jawa Timur Junjung Drajat yang bermakna mengangkat harkat dan martabat diri, keluarga dan bangsa untuk mewujudkan sujud syukur kepada Tuhan YME serta berisi doa kesabaran dan doa kesuksesan.
Mereka adalah Embran Nawawi (Batik Kabupaten Tulungagung), D Andryana (Batik Kabupaten Tuban), Yan Khurin (Batik Kabupaten Pamekasan), Yeny Ries (Batik Kabupaten Probolinggo) dan Yunita Kosasi (Batik Kabupaten Pamekasan). Putri Indonesia Jawa Timur 2022 mengenakan batik Kabupaten Trenggalek.
Selain itu, juga menghadirkan model difabilitas dari TW Management by Tekno Wirayudo yang terdiri dari tuna rungu, tuna grahita, tuna daksa, autis, slow lerner, dan hiperactive disorder yang memperagakan busana wistara batik dari Surabaya, Aryono
Setiyawan.
Sementara itu, Aysa Dewi Ristia, Model disabilitas dari Blitar akan memperagakan batik kostum kreasi. Hadir pula Sumarni, ibu asuh Sekolah Batik Wistara.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menuturkan, bahwa saat ini sangat penting untuk membangun kesadaran generasi muda penerus bangsa akan potensi yang dimiliki, menumbuhkan rasa bangga akan kekayaan negeri, sehingga mendorong mereka tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, memiliki moral dan mental yang mumpuni dalam menghadapi persaingan global sehingga mampu berkompetisi sesuai dengan kompetensinya.
Khofifah menambahkan, kolaborasi acara pada malam hari ini diharapkan dapat terus berlanjut menjadi kerjasama sinergis antara para designer fashion dan pengelola usaha pariwisata, sehingga menciptakan tren-tren fashion yang menjadi favorit wisatawan baik nusantara maupun mancanegara.
Penghargaan East Java Tourism Award 2021 Diberikan Kepada :
1. 12 (Dua Belas) Pengelola Daya Tarik Wisata Yang Terdiri Dari 3 (Tiga) Kategori,
Yaitu :
a. 4 (Empat) Pemenang Daya Tarik Wisata Alam;
b. 4 (Empat) Pemenang Daya Tarik Wisata Budaya;
c. 4 (Empat) Pemenang Daya Tarik Wisata Buatan.
2. 8 (Delapan) Pemenang Lomba Video Profil Desa Wisata Jawa Timur:
a. Terbaik I
b. Terbaik II
c. Terbaik III
d. Dan 5 (Lima) Unggulan
3. 8 (Delapan) Pemenang Lomba Film Pendek Pesona Wisata Jawa Timur:
a. Terbaik I
b. Terbaik II
c. Terbaik III
d. Dan 5 (Lima) Finalis
4. Penghargaan 10 (Sepuluh) Penyaji Terbaik Virtual Tour Desa Wisata – Festival
Dewi Cemara;
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemprov-jatim”]
5. 12 (Dua Belas) Penghargaan Kepada Pelaku Usaha Industri Pariwisata Yang
Terdiri Dari 4 (Empat) Kategori, Yaitu :
a. 5 (Lima) Restoran Non Bintang
b. 4 (Empat) Pondok Wisata/ Homestay Di Desa Wisata
c. 2 (Dua) Rumah Makan
d. 1 (Satu) Restoran Bintang 3
6. Anugerah Desa Wisata Indonesia 100 Besar Nasional dari Jawa Timur
a. Dewi Kampung Blekok, Situbondo
b. Dewi Adat Osing Kemiren Banyuwangi
c. Dewi Sidokumpul Gresik
d. Dewi Ranupani Lumajang
e. Dewi Sanankerto Kab Malang
f. Dewi Serang Kab. Blitar
g. Dewi Kampung Majapahit Bejijong Kab. Mojokerto
7. Penghargaan Warisan Budaya Tak Benda Provinsi Jawa Timur 2021
a. Ledre, Bojonegoro
b. Mendhak Sanggring, Lamongan
c. Jaranan Tril, Blitar
d. Sinongkelan, Trenggalek
e. Wayang Kulit gagrak malangan, Malang
f. Tari Topeng Kaliwungu, Lumajang
g. Ta Butaan, Jember
h. Rengganis, Banyuwangi
i. Caker, Kaldu Kokot, Musik Tong Tong, Sintong, Topeng Dhalang,
Kabupaten Sumenep
j. Rujak Cingur, Surabaya
k. Gembrung, Kota Madiun
“Perhelatan ini merupakan tahapan dalam menyongsong tatanan era baru (new normal) dan sebagai kebangkitan geliat pariwisata Jawa Timur, yang akan diselenggarakan secara hybrid dengan penerapan protokol kesehatan serta aplikasi Peduli Lindungi dan penonton wajib mengikuti Swab Antigen yang disediakan oleh panitia,” pungkasnya. [tok/but]








