Blitar (beritajatim.com) – Rencana kebijakan parkir di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar kembali menuai sorotan tajam. Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Kota Blitar mendesak manajemen rumah sakit milik pemerintah tersebut menerapkan parkir gratis secara menyeluruh, bukan sekadar skema bebas biaya di bawah lima menit yang dinilai tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Anggota Pansus LKPJ DPRD Kota Blitar, Nuhan Eko Wahyudi, menegaskan bahwa rumah sakit sebagai institusi layanan publik seharusnya mengedepankan aspek kemanusiaan dan pelayanan maksimal, bukan mempertahankan pendapatan kecil dari sektor parkir.
“Rumah sakit adalah layanan publik. Orientasi utamanya adalah kemanusiaan dan pelayanan, bukan semata-mata pada aspek administratif atau pendapatan kecil dari parkir. Dengan manajemen yang tepat, persoalan teknis bisa diselesaikan,” ujar Nuhan, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, wacana parkir gratis dengan durasi kurang dari lima menit hanya bersifat administratif dan nyaris tidak memberikan dampak signifikan bagi pasien maupun keluarga pasien yang membutuhkan akses layanan kesehatan.
Pansus menilai alasan teknis seperti pengelolaan lahan, keamanan, dan operasional tidak seharusnya dijadikan penghambat kebijakan pro-rakyat. Justru, manajemen RSUD Mardi Waluyo dituntut mampu menghadirkan solusi modern dalam penataan parkir tanpa membebani masyarakat.
“Kami menghargai adanya kajian dari pihak RSUD, namun skema kurang dari 5 menit tentu belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. Justru yang dibutuhkan adalah kebijakan yang benar-benar meringankan beban pasien dan keluarga pasien,” tegasnya.
Dorongan legislatif ini menjadi sinyal kuat agar RSUD Mardi Waluyo segera meninggalkan pendekatan transisional dan beralih ke kebijakan parkir gratis total. Pansus meyakini kebijakan tersebut akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan rumah sakit daerah.
Selain mendorong pembebasan biaya parkir, DPRD juga meminta pihak rumah sakit membangun sistem pengamanan dan pengelolaan parkir yang lebih profesional, efektif, dan modern agar pelayanan publik semakin optimal.
Bagi legislatif, kepuasan masyarakat merupakan investasi jangka panjang yang jauh lebih strategis dibandingkan pemasukan retribusi parkir. Dengan pelayanan yang lebih humanis, RSUD Mardi Waluyo dinilai dapat memperkuat citra positif sekaligus meningkatkan kontribusi sektor kesehatan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). [owi/beq]






