Lamongan (beritajatim.com) – Skuad Persela Lamongan akhirnya memutuskan balik ke Lamongan, akibat belum turunnya izin dari aparat Kepolisian di Panpel Badak Lampung FC.
Semula sesuai jadwal dari PT Liga Indonesia Baru (LIB), Persela melakukan pertandingan away ke kandang Badak Lampung FC pada Sabtu 3 Agustus 2019. Namun, pihak panpel setempat belum mengantongi izin dari Polresta Bandar Lampung karena bersamaan dengan pameran pekan raya di Bandar Lampung.
Bahkan, masih terkait izin pertandingan, Panpel Badak Lampung FC memajukan pertandingan pada 4 Agustus. Namun, usulan tersebut ditolak Persela dengan alasan hingga sekarang belum menerima perubahan jadwal dari PT LIB. Atas dasar itu, Persela tetap mengacu pada jadwal semula. Padahal, tim asal Lamongan tersebut sudah melakukan official training sehari sebelum bertanding.
Menanggapi hal ini, pelatih kepala Persela, Nil Maizar menuturkan, timnya sangat dirugikan dengan kejadian ini. Pasalnya, jika mengacu pada regulasi dari kompetisi Liga Baru Indonesia, Persela seharusnya bisa menang WO karena pihak panpel Badak Lampung FC tidak siap menggelar pertandingan. Panpel tidak dapat izin dari Kepolisian setempat.
[berita-terkait number=”5″ tag=”persela”]
“Kalau sesuai regulasi kami bertanding hari ini, soal tak dapat izin karena bersamaan dengan adanya pameran pekan raya di Bandar Lampung. Jauh hari atau sebelummya kan bisa diketahui. Jadi jangan mendadak seperti ini. Tiba-tiba jadwal dirubah sepihak,” ujarnya kepada beritajatim.com, Sabtu (3/8/2019).
Akibat belum adanya jadwal pertandingan yang jelas lanjut Nil Maizar, timnya memutuskan balik ke Lamongan saja. Langkah ini diambil karena berkaitan dengan bertambahnya biaya kalau tetap menunggu perubahan jadwal yang tidak jelas. “Kalaupun nanti jadwal perubahannnya turun kami meminta bermain di tempat yang netral,” tuturnya.
Saat ditanya mengenai kondisi mental pemain terkait dengan adanya kejadian ini, Nil Maizar otomatis mental pemainnya berpengaruh. Tetapi, yang lebih penting lagi kejadian pembatalan pertandingan gara-gara tidak dapat izin jangan terulang lagi.
“Kalau dibilang kecewa pasti kecewa karena pertandingan dibatalkan. Kedepannya, saya berharap jangan terjadi lagi. Sebab, persela sangat dirugikan,” pungkasnya. [dny/suf]






