Mojokerto (Beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun 2020 lalu dan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Level 4, berdampak pada semua sektor. Namun kabar gembira datang dari sektor industri di Kota Mojokerto, hingga Kuartal 2 nilai ekspor di kota dengan tiga kecamatan ini mencapai Rp11 miliar.
“Arahan Bapak Presiden kemarin, daerah diminta untuk mempercepat jumlah uang yang beredar melalui serapan anggaran yang dipercepat dari pada kondisi biasanya. Nah beliau mempublish bahwa pertumbuhan ekonomi year to year untuk Kuartal 2 kan nasional bisa 7,07, Jawa Timur bisa 7,05 yang disampaikan oleh Bu Gubernur,” ungkap Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, Jumat (20/8/2021).
Meskipun Kota Mojokerto tidak terilis secara resmi oleh BPS tapi sebagai pendukung dari pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dan nasional, pihaknya ingin memastikan bahwa perekonomian di Kota Mojokerto tumbuh. Hal ini dibuktikan dari ekspor yang terus berjalan, tidak mengalami penurunan atau pengurangan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkot-mojokerto”]
“Ekspor di Kota Mojokerto tidak mengalami penurunan atau pengurangan sama sekali saat pandemi maupun PPKM. Salah satu buktinya adalah ekspor furniture yang dilakukan secara rutin perminggu oleh PT Dong Lim kedua negara yaitu Korea dan Jepang,” katanya.
Masih kata Ning Ita (sapaan akrab, red), dari PT Dong Lim Furniture Indonesia dalam setiap minggu mengirim dua kontainer kedua negara tersebut. Nilainya yakni Rp600 juta sehingga dalam satu bukan mencapai Rp 2,4 milyar. Sebelum dan saat pandemi, tidak ada dampak di sektor industri khususnya ekspor di Kota Mojokerto.
“Tidak ada dampak, kontinyu karena ini pangsa pasarnya jelas. Pemiliknya juga orang dari sana, dia tahu betul pangsa pasar dan kebutuhan di sana. Selain PT Dong Lim, komoditi di Kota Mojokerto yang banyak terpublis dan banyak diketahui masyarakat adalah alas kaki. Seperti PT Inti Dragon sudah sejak tahun 1995,” ujarnya.
Sejak tahun 1995, PT Inti Dragon sudah rutin setiap tahun ekspor ke berbagai negara. Tujuan ekspor pun berbeda, tidak fokus untuk sejumlah negara saja namun bisa ekspansi ke mana-mana. Meskipun diakui jumlah secara kuantitas sempat terjadi penurunan namun setiap tahun tetap ada ekspor yang dikeluarkan untuk alas kaki.
“Begitu pula yang kita ketahui bersama di Kota Mojokerto juga ada pabrik rokok. Ada tiga pabrik rokok di Kota Mojokerto, ada komoditas yang juga ekspor dan saya kira rokok ini tetap menjadi kebutuhan pokok bagi para pria meskipun jumlahnya mungkin ada penurunan karena pandemi, ada penurunan jumlah konsumsi tapi kebutuhan rokok masih ada,” jelasnya.
Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini menjelaskan, nilai ekspor di Kota Mojokerto terhitung sejak bulan Januari hingga Juli 2021 hampir Rp11 miliar. Sementara di tahun 2020, nilai ekspor Kota Mojokerto mencapai Rp22 miliar. Dari nilai tersebut diketahui jika ekspor di Kota Mojokerto saat pandemi maupun PPKM Level 4 masih tetap stabil.
“Ini artinya kan tetap stabil, tidak terjadi penurunan. Ini adalah salah satu bukti apa yang disampaikan oleh pak Presiden bahwa ekonomi Indonesia tumbuh dan ini didukung juga dengan adanya ekspor yang tetap berkelanjutan dari kota Mojokerto,” pungkasnya. [tin/kun]







