Jember (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyesalkan terjadinya intimidasi terhadap salah satu anggota DPRD setempat oleh seorang demonstrran, Kamis (16/6/2022) kemarin.
Sekretaris DPD PAN Jember Nyoman Aribowo mengatakan, parlemen selalu mau menerima aspirasi masyarakat. Namun dia mengingatkan semua pihak agar menjaga kesopanan dan etika dalam berkomunikasi.
“Di internal DPRD Jember kan ada pihak pengamanan yang harus juga waspada, karena Dewan adalah pejabat daerah yang harus dilindungi. Kalau semua orang bisa memperlakukan anggota Dewan seperti itu kan juga rawan,” kata Nyoman, ditulis Jumat (17/6/2022).
“Saya mengimbau pimpinan agar mulai menertibkan pengamanan internal DPRD Jember. Kalau ada demo atau penyampaian aspirasi tinggal atur saja. Toh kita menerima aspirasi dalam ruangan juga sangat bisa,” kata Nyoman.
Sebelumnya, dalam aksi unjuk rasa kemarin, beberapa demonstran yang berasal dari sejumlah elemen di Jember melakukan aksi razia di gedung parlemen. Jumadi, salah satu pendemo, bertemu Agus Khaeroni, salah satu legislator PAN, di ruang Komisi C.
[berita-terkait number=”4″ tag=”dprd-jember”]
Saat itu, Jumadi sempat membentak dan menarik tangan Agus. Ia juga menggebrak meja beberapa kali, sebelum dirangkul keluar ruangan oleh demonstran lainnya. Dalam aksi itu, Jumadi juga sempat membuang beras dari salah satu karung di hadapan anggota DPRD Jember yang menemui perwakilan demonstran.
Jumadi akhirnya minta maaf atas perbuatannya. Nyoman menerima permintaan maaf tersebut dengan lapang dada. “Kami di Dewan memang menghadapi berbagai karakter masyarakat. Bermacam-macam. Tapi kita tetap harus menjaga etika yang umum saja. Kami melihat cara-cara yang dilakukan teman-teman dalam aksi demo itu ya agak menyesalkan. Kan bisa dengan cara komunikasi yang baik. Ini kan etika normatif saja, berhubungan dengan orang harus seperti apa,” katanya. [wir/but]






