Iklan Banner Sukun
Olahraga

Survei Indikator: Masyarakat Tak Percaya Polisi Dalam Penanganan Tragedi Kanjuruhan

Demonstrasi Aremania.

Malang (beritajatim.com) – Indikator Politik Indonesia melakukan survei dengan menempatkan Polri sebagai lembaga paling bertanggungjawab dalam Tragedi Kanjuruhan, pada Sabtu (1/10/2022) silam. Dalam tragedi itu sebanyak 135 orang meninggal dunia.

Direktur Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi menuturkan bahwa survei ini melibatkan 1.200 responden dan dilakukan sejak 30 Oktober hingga 5 November 2022 lalu. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan wawancara.

Hasilnya, tertinggi survei untuk pihak yang dianggap paling bertanggungjawab adalah Polri dengan 39,1 persen. Posisi kedua, ada penyelenggara liga yang dimana dalam hal ini adalah PT Liga Indonesia Baru (LIB) dengan 27,2 persen.


Ketiga, yakni Lembaga PSSI dengan hasil survei 13,0 persen dan posisi keempat ada pihak suporter dengan prosentase hasil survei 10,2 persen. Untuk TNI, hanya mendapatkan prosentase 1,7 persen. Sisanya, yakni lain-lain 1,3 persen dan yang tidak menjawab sekitar 7,6 persen.

Burhanudin pun meminta Polri untuk secara tegas mengakui penggunaan gas air mata yang tak sesuai prosedur. Dengan sikap tegas itulah kepercayaan publik kepada kepolisian akan kembali. “Akui saja kalau ada penggunaan gas air mata tak sesuai prosedur. Daripada self Denial mengakibatkan penurunan kepercayaan publik kepada polisi,” ujar Burhanudin, Senin, (14/11/2022).

Soal perspektif masyarakat dalam penggunaan gas air mata tak sesuai prosedur survei menunjukkan 64,5 persen masyarakat tidak percaya pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit dengan pernyataan bahwa penembakan gas air mata di Stadion Kanjuruhan sudah sesuai prosedur. 25,4 persen percaya dan sisanya 10,1 persen tak menjawab.

“Ada perbedaan komitmen Kapolri, institusi kepolisian dari Polda Jatim hingga tingkat terbawah di Malang. Sebagian juga ada yang percaya bahwa kepolisian tidak diberitahu PSSI soal aturan Gas Air Mata (yang dilarang oleh FIFA disetiap pertandingan sepakbola),” papar Burhanudin.

Oleh karena itu, Burhanudin menyarankan seperti tuntutan para suporter, yakni siapa saja yang terlibat seharusnya segera ditindak. Dia menegaskan bahwa data ini benar sesuai survei. “Data ini clear, harusnya tidak ada lagi diskusi internal polisi. Siapa saja yang terlibat lebih baik di tindak,” tandasnya. (luc/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar