Olahraga

Peraih Emas Perdana di Paralimpiade Tokyo 2020

Mengintip Segudang Prestasi Khalimatus Sadiyah

Sejumlah medali yang berhasil diraih Khalimatus Sadiyah.

Mojokerto (beritajatim.com) – Peraih emas perdana di Paralimpiade Tokyo 2020, Khalimatus Sadiyah memiliki segudang prestasi. Atlet National Paralympic Committee (NPC) Indonesia asal Dusun Kecubuk, Desa Banjartanggul, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto ini berhasil mengumpulkan 60 medali.

Alim (panggilan akrab, red), meraih medali emas dalam pertandingan final badminton kelas SL3–SU5 ganda putri Paralimpiade Tokyo Musim Panas 2020 bersama Leani Ratri Oktila. Raihan itu sekaligus menjadi yang pertama untuk Merah Putih sejak Paralimpiade Arnhem 1980 di Belanda.

Anak pasangan, Sukohandoko (59) dan Maslukah (56) mengalami kelainan fisik sejak dilahirkan. Meski begitu, bungsu dari tiga bersaudara ini tak pernah putus asa untuk berlatih. Hingga saat ini, puluhan medali mulai dari perak, perunggu dan emas menjadi koleksinya.

“Sudah ada 60 medali didapatkan dari mulai perak, perunggu dan emas. Alim suka olahraga bulutangkis sejak dia kelas 5 SD. Awalnya menggeluti olahraga bola voli dan sepak bola. Memang dari kecil penampilannya tomboi, pakai celana, kaos oblong,” tutur Maslukah (56), Minggu (5/9/2021).

Alim mengalami cacat fisik sejak dilahirkan. Maslukah menjelaskan, saat itu dokter menyebut Alim lahir dengan kondisi kekurangan zat kapur sehingga separuh tubuh sisi sebelah kanan perempuan yang akan berusia 22 tahun, pada 17 September besok itu tidak bisa menjalankan aktivitas dengan normal.

“Mangkanya dia kalau main pakai tangan kiri (kidal). Awalnya, dia latihan di Bendo Sport Mojosari. Dia memang serius untuk latihan setiap hari, hujan tetap dia terjang dengan sepeda hanya untuk bisa berlatih. Tahun 2013, dia menjadi atlet NPC Indonesia dan pertama kali berlaga di ajang Asian Para Games 2014,” ujarnya.

Maslukah (56), ibunda Khalimatus Sadiyah menunjukkan sejumlah medali yang telah diraih putri bungsunya.

Pada laga Asia Para Games 2014, Alim mendapatkan medali perak ganda putri bersama Leani Ratri Oktila. Baru di Asian Para Games 2015, lanjut Maslukah, Alim bersama Leani Ratri Oktola berhasil mendapatkan medali emas, perak dan perunggu. Prestasinya berlanjut hingga Paralimpiade Tokyo 2020.

“Di tahun 2017, Alim mengikuti Asian Games ganda putri dan berhasil mendapatkan medali emas dan berlanjut di Asian Para Games 2018. Ganda putri ia mendapatkan medali emas. Hingga kemarin, Alim mendapatkan emas di Asian Paralimpiade 2020 di Tokyo. Iya ganda putri, sama Leani Ratri Oktila,” jelasnya. [tin/suf]

Berikut prestasi Khalimatus Sadiyah di level internasional:

1. Medali emas
– Ganda putri SL3–SU5 China Para Badminton International 2019
– Ganda putri Forza Iris Para Badminton International 2019
– Ganda putri SL3–SU5 Canada Para Badminton International 2019
– Ganda putri SL3–SU5 Fazaz Dubai Para Badminton International 2019
– Ganda putri SL3–SU5 Turkish Para Badminton Internasional 2019

2. Medali perak
– Ganda putri SL3–SU5 Kejuaraan Dunia Parabadminton BWF, Swiss 2019

3. Medali perunggu
– Ganda campuran SL3–SU5 Fazaz Dubai Para Badminton International 2019
– Tunggal putri Turkish Para Badminton International 2019


Apa Reaksi Anda?

Komentar