Olahraga

Imbang Lawan Bali United

Persebaya Dimatikan Lewat Bola Set Peace

Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya mengalami kekecewaan karena hanya bisa bermain imbang 1-1 saat menjamu Bali United di Stadion GBT (Gelora Bung Tomo), Selasa (24/9/2019).

Bejo Sugiantoro, carateker Persebaya menceritakan bahwa hasil pertandingan ini jauh dari ekspletasi yang di targetkan oleh pelatih. Permainan set peace dari Stefano Lilipali dkk membuat kelabakan para pemain Persebaya.

“Kita secara permainan bagus, tapi hasil tdiak sesuai ekspektasi. Tapi kita harus terima, karena pertandingan masih banyak, dan kita harus lewati ini,” kata Bejo.

Bagi Bejo, sebetulnya Persebaya bisa meraih kemenangan, lantaran mereka mampu mencetak gol lebih dulu lewat tendangan Osvaldo Haay di menit ke-34. Sayangnya, kata Bejo, usaha dan kerja keras pemain Persebaya harus gagal lewat gol injury time Bali United pada menit ke-88 melalui tendangan set peace yang diambil oleh Fadil Sausu.

“Sebetulnya kita sudah antisipasi itu, bahwa rata-rata Bali United ini unggul dalan bola set peace. Tapi kami dimatikan melalui tendangan set peace dan itu terjadi pada menit akhir pertandingan,” ujar Bejo.

Bejo sendiri mengakui kekuatan Bali United berada di bola set peace. Bahkan rata-rata pemain tim tersebut bisa mengeksekuis bola-bola itu. “Kita sudah antisipasi, kelebihan lawan di bila mati. Bahkan hampir di akhir babak mereka selaku cetak gol, dan kita dibunuh dengan tendangan set peace, itu yang membuat kami sedikit kecewa,” tambah Bejo.

Di sisi lain, kapten Persebaya Ruben Sanadi mengaku hasil seri lawan Bali United ini akan dijadikan modal evaluasi untuk bisa maraih hasil positif di pertandingan selanjutnya.

“Kalau saya sebagai perwakilan pemain siapa sih yang ndak mau menang, tapi ya hanya belum rezeki saja. Ini akan kami jadikan bahan evaluasi pribadi, kami punya prinsip kerja keras, di setiap pertandingan,” ucap Ruben. [way/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar