Olahraga

Persaingan Trial Game Asphalt 2019 Kelas 250 Cukup Ketat

Trial Game Asphalt 2019 Seri Malang.

Malang (beritajatim.com) – Pembalap Doni Tata mengakui persaingan Trial Game Asphalt di kelas 250 cc pada tahun 2019 lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada ajang ini, pembalap asal Yogyakarta itu berstatus juara bertahan.

“Persaingan, tahun ini cukup ketat persaingan di kelas FFA 250. Tidak seperti tahun sebelumnya gampang untuk podium satu, ini harus kerja keras,” kata Doni, Minggu (20/10/2019).

Pada tahun lalu, lembalap yang pernah tampil di Moto2 itu harus mengikuti supermoto TGA bermodalkan motor pinjaman. Namun, kendala itu bisa diatasi dengan tampil maksimal. Hasilnya, tahun lalu dia keluar menjadi juara umum.

Sedangkan pada tahun ini, dia mengakui persaingan dengan Tommy Salim cukup berat. Dari segi teknologi dia mengakui motor yang dia tunggai kalah cepat dibandingkan sang rival. “Tommy lebih unggul di teknologi motor, lebih cepat. Kita masih ketinggalan untuk motor, jadi harus upgrade lagi, peningkatan untuk seri berikutnya,” ujar Doni.

Meski begitu, Doni mencoba tidak merisauhkan problem yang dihadapi oleh dirinya. Sebab, dia sudah terbiasa berlatih motocross dan supermoto. “Tidak ada kesulitan, karena latihan motocross dan supermoto, jadi sudah terbiasa. Hanya adaptasi untuk set up motor saja,” imbuhnya.

Sementara, Tommy mengatakan pada seri di Malang dia mengalami kesulitan karena motor yang dia tunggangi mengalami masalah suspensi. Dia mengaku tak puas karena target dia pada tahun ini meraih juara satu. Di seri terakhir di Semarang dia ingin memaksimalkan motor dan staminanya agar mampu keluar sebagau juara umum FFA.

“Selisih 3 poin saja sekarang. Tipis. Kalau Adam, dia sangat pede balapan di kotanya sendiri, targetnya memang juara satu, sementara Doni harus kerja keras untuk mendapatkan podium dan poin supaya juara umum. Saya masih optimis bisa juara umum, semua masih bisa, tergantung nanti di final Semarang,” tandasnya. [luc/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar