Iklan Banner Sukun
Olahraga

Gelar Aksi, Ratusan Suporter Tuntut Pemecatan Pelatih Persela

Ratusan suporter Persela Lamongan menggelar aksi dan menyampaikan tuntutannya, di Alun-alun Lamongan, Rabu (24/11/2021).

Lamongan (beritajatim.com) – Jengkel atas kekalahan beruntun yang dialami tim sepak bola kebanggaannya, ratusan suporter Persela Lamongan menggelar aksi. Mereka menuntut pihak manajemen agar memecat Pelatih Persela Iwan Setiawan dan Didik Ludianto. Aksi dilakukan di Alun-alun Lamongan, Rabu (24/11/2021).

Diketahui, Persela mengalami tiga kali kekalahan di BRI Liga 1 2021. Diantaranya saat melawan Persib Bandung, Bali United dan yang terbaru adalah kekalahan atas Borneo FC. Akibatnya, posisi Persela di papan klasemen Liga 1 2021 ini semakin mendekati zona degradasi. Yakni berada di peringkat 14 dengan koleksi 12 poin dari 13 laga yang dilakoni. Posisi itu terpaut 2 poin dari Persik Kediri yang berada di peringkat 16 atau zona degradasi, yang mengemas 10 poin.

Dalam aksi tersebut, perwakilan suporter, Afif menyampaikan, selain meminta Pelatih Persela Iwan Setiawan dan asisten pelatih Didik Ludianto untuk dipecat, pihaknya juga meminta manajemen untuk segera mengevaluasi seluruh pemain yang performanya jauh dari harapan, baik lokal maupun asing.

“Tuntutan kami yang pertama pelatih Iwan dan Didik out. Kemudian target tahun ini apa, kalaupun tidak ingin degradasi, mainlah dengan hati. Yang ketiga Evaluasi seluruh pemain lokal dan asing, serta kami menuntut keseriusan komitmen manajemen untuk Persela,” ungkap Afif dalam orasinya.

Tak hanya itu, suporter juga menuntut manajemen agar bertindak cepat saat ada kepemimpinan wasit yang kontroversial. “Manajemen harus berani bersuara demi pembenahan PSSI dan Wasit,” imbuh Afif.

Menyikapi aksi yang dilakukan ratusan suporter tersebut, Manajer Persela Edy Yunan Achmadi mengatakan, pihaknya segera melakukan tindakan dan mencari solusi yang terbaik bagi tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut.

“Adanya aksi yang dilakukan teman-teman suporter, pecinta Persela, pertama terkait tuntutan pelatih Iwan dan Didik out, tuntutan ini akan menjadi evaluasi kami. Putaran pertama tinggal 4 pertandingan, kalau hari ini langsung, tentu kita harus bisa mencari solusi. Ayo kita berdiskusi, bertukar pikiran, berikan kami masukan dan saran sebelum kita melangkah,” tutur Yunan di hadapan suporter.

Selanjutnya, terkait tuntutan evaluasi terhadap pemain lokal maupun asing, Yunan menjelaskan, pihaknya telah memikirkan hal tersebut. Namun untuk penambahan pemain, harus menunggu paruh pertama kompetisi selesai.

“Kondisi tim kita dari awal hingga saat ini belum pernah full team. Tentu kami juga akan terima masukan dari berbagai pihak. Karena pendaftaran dibuka pertengahan Desember. Ada break beberapa hari, itu pendaftaran pemain dibuka. Tinggal siapa yang bisa direkrut, siapa yang mau bergabung dengan Persela,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten Manajer Persela Lamongan, Agus Haryono menambahkan, pihaknya memang berencana memanggil tim pelatih untuk melakukan evaluasi pasca kekalahan atas Borneo FC. “Setelah kekalahan Persela kemarin sore, kita telah komunikasi internal. Dalam waktu dekat kita akan panggil pelatih untuk melakukan beberapa evaluasi. Tuntutan kalian merupakan garis tebal bagi kami. Karena pengamat sepakbola di Lamongan juga menyampaikan pendapat seperti itu,” ujar Agus.

Meski begitu, Agus mengingatkan bahwa keputusan yang diambil ini jangan sampai malah menjadikan blunder dan membuat Persela semakin terpuruk. “Ini penting, jadi ketika keputusan itu kita ambil, maka keputusan itu harus bisa membawa bangkit Persela,” tandas Agus di hadapan suporter yang menggelar aksi. [riq/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Monstera Cafe, Tempat Kopi Hits di Puncak Kota Batu

APVI Tanggapi Soal Kenaikan Cukai Rokok Elektrik

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati