Olahraga

Cermati, Syarat Cabang Olahraga Menjadi Calon Anggota KONI Banyuwangi

Ketua KONI Banyuwangi Mukayin (kanan) saat terpilih menjadi ketua umum di Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) September 2019 lalu. [Foto: Rindi/dok]

Banyuwangi (beritajatim.com) – Untuk menjadi bakal calon dan calon anggota cabang olahraga (cabor) di Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Banyuwangi tak semudah mengajukan permohonan secepat kilat dan dapat diterima. Karena harus melalui syarat dan prosedur yang mesti dilakukan.

Pertama, bakal calon anggota cabor mengirim proposal pengajuan (bukan surat) dilampiri AD/ART yang bersangkutan yang tidak bertentangan dengan peraturan perundangan-undangan di bidang keolahragaan dan ketentuan AD/ART KONI. Memiliki akta pendirian, NPWP dan alamat sekretariat yang jelas.

“Sekurang-kurangnya memiliki dua pengurus perkumpulan sasana/ dojo, klub atau yang setingkat lengkap dengan pengurusan yang dibuktikan dengan Surat Keputusan (SK) dan rekomendasi dari pengurus Provinsi,” wakil Ketua Umum KONI Banyuwangi, Ribut Puryadi, Senin (13/1/2020).

Selanjutnya, KONI Banyuwangi juga memiliki tata cara permohonan menjadi calon anggota. Pertama, calon anggota wajib mengajukan surat permohonan kepada Ketua Umum KONI, dengan dilampiri dokumen sebagaimana diatur dalam Pasal 11 sesuai jenis keanggotaan.

Kedua, KONI berkewajiban meneliti kelengkapan surat permohonan dan membahas serta menetapkan dalam rapat pleno pengurus yang dituangkan dalam surat keputusan. “Apabila semua persyaratan sebagaimana diatur dalam Pasal 11 telah dipenuhi, organisasi keolahragaan tersebut ditetapkan menjadi calon anggota,” jelas Ribut.

Sebelum menjadi anggota, KONI Banyuwangi juga memiliki tata cara penerimaan calon anggota. Dalam hal ini merupakan tugas Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres). “Pertama, Bidang Binpres KONI akan melakukan monitoring secara rutin dan berkala selama kurun waktu 2 tahun sejak ditetapkannya pemohon menjadi calon anggota,”

“Kedua, setelah 2 tahun dan dinyatakan layak maka KONI mengajukan calon anggota untuk diputuskan dalam Rapat Anggota. Rapat Anggota memutuskan diterima atau ditolaknya calon anggota tersebut menjadi anggota melalui persetujuan minimal 50 % +1 dari seluruh anggota,” terangnya.

Ribut menyatakan, keputusan Rapat Anggota tentang diterima atau ditolaknya calon anggota sebagaimana dimaksud pada Pasal 13 (2) secara tertulis disampaikan oleh KONI kepada yang bersangkutan. “Dan, tembusannya diberikan kepada seluruh anggota KONI dan pihak terkait,” terangnya.

Sementara itu, Ketua KONI Banyuwangi Mukayin menyebut, calon anggota juga harus memenuhi hak dan kewajiban. Di antaranya, mengikuti kegiatan dan mematuhi organisasi.

“Kewajiban, selalu update/memberi laporan kegiatan/prestasi/klub dst. Mematuhi aturan organisasi baik yg tertuang dlm adart maupun kesepakatan bersama seluruh cabor dan KONI, menghadiri undangan-undangan dari KONI serta tidak membuat kegaduhan organisasi,”

“Sedangkan hak calon anggota, mendapat informasi dari KONI, mendapat bimbingan, arahan, dan pelayanan organisasi dari KONI, serta mendapat bantuan dana pembinaan dari sekretariat koni selagi dana yang ada memungkinkan,” pungkasnya. [rin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar