Surabaya (beritajatim.com) – Ribuan pemuda dan warga Nahdliyin dari berbagai daerah di Jawa Timur yang tergabung dalam elemen Nahdlatul Ulama Bersuara untuk Bangsa (Nusa Bangsa) resah lantaran tak ada tokoh NU yang masuk dalam bursa kepemimpinan nasional dalam Pilpres 2024 mendatang.
Hal itu disampaikan oleh Koordinator Nusa Bangsa, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy. Ia mengatakan jika NU sebagai ormas keagamaan terbesar di Indonesia bahkan dunia yang memiliki kisaran 110 juta umat sangat berjasa dalam lahirnya Republik Indonesia. Namun, sungguh ironis, pada Pilpres mendatang tak satupun tokoh NU yang dilirik menjadi calon pemimpin di Republik ini.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Jatim, Deni Wicaksono menjelaskan jika PDIP masih belum menentukan dari kalangan mana nantinya wapres yang mendampingi Ganjar.
“PDIP belum menentukan siapa atau dari kalangan mana. Namun, kami terbuka akan menerima masukan-masukan dari rakyat,” ujar Deni saat diwawancarai Beritajatim.com dalam acara Deklarasi Relawan Berganjar, Kamis (04/05/2023).
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/nusa-bangsa-jangan-sampai-ada-nu-naturalisasi-ikut-pilpres/
Deni menerangkan ada banyak kyai maupun santri NU yang mendukung Ganjar Pranowo untuk menjadi Presiden pada pemilu 2024 mendatang.
“Mas Ganjar juga dari keluarga kyai. Istri Ganjar merupakan cucu dari KH Hisyam Abdul Karim yang pernah menjabat sebagai Ketua PCNU Purbalingga selama 3 periode,” imbuh Deni.
Namun, untuk memastikan siapa yang akan menjadi Cawapres mendampingi Ganjar, Deni menyebutkan internal partai memasrahkan kepada Ketua Umum PDIP.
“Sesuai dengan kongres kemarin, penentuan Capres dan Cawapres 2024 merupakan hak prerogatif dari ketua umum. Kita tetap solid pastinya mendukung penuh apa yang diamanatkan oleh pusat,” pungkas Deni. (ang/ted)






