Jombang (beritajatim.com) – Kerja keras tanpa lelah dan ketekunan yang luar biasa, begitulah semangat yang dijalani Hariono, seorang pedagang asongan asal Jombang, untuk mewujudkan mimpinya beribadah ke Tanah Suci.
Dalam waktu 29 tahun, dengan penghasilan yang terus berkembang, Hariono akhirnya berhasil memenuhi panggilan untuk menunaikan ibadah haji pada tahun 2026 ini.
Hariono, yang kini berusia 50 tahun, berasal dari Dusun Kapringan, Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Sejak 1988, ia memulai perjuangannya sebagai pedagang asongan, menjajakan barang dagangannya dari bus ke bus, hingga ke berbagai acara keramaian seperti pengajian, sedekah desa, dan pertunjukan seni seperti Jaranan dan Reog.
Meskipun pendapatannya pada awalnya hanya sekitar Rp35 ribu per hari, Hariono tak pernah menyerah.
“Perjuangan itu tak mudah. Bahkan, saya rela menempuh perjalanan antar kota dan antar provinsi, salah satunya ke Jepara, Jawa Tengah,” ungkap Hariono, mengenang perjalanan panjangnya, Senin (27/4/2026).
Ia pun terus menabung sedikit demi sedikit, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp100 ribu per hari. Dari hasil yang tak seberapa itu, ia akhirnya berhasil mendaftarkan diri untuk berangkat haji pada tahun 2012 bersama istrinya.
Setelah hampir tiga dekade menunggu, harapan Hariono dan istrinya terwujud. Pada tahun 2026, mereka akhirnya menerima panggilan untuk berangkat ke Tanah Suci. “Ini adalah hasil dari kerja keras, ketekunan, dan doa. Saya percaya, siapa pun yang berusaha dan berdoa dengan sungguh-sungguh, pasti akan mendapatkan jalan untuk meraih mimpinya,” tutur Hariono, penuh rasa syukur.
Kisah Teman Hariono menjadi bukti bahwa meskipun berasal dari keterbatasan, dengan semangat yang tak kenal lelah, seseorang bisa meraih impian yang besar. Dengan tekad yang kuat, ia membuktikan bahwa kerja keras tak pernah menghianati hasil. [suf]






