Pasuruan (beritajatim.com) – Antisipasi bencana hidrometeorologi, Pemkab Pasuruan lakukan mitigasi secara mandiri. Hal ini dikatakan oleh Pj Bupati Pasuruan, Andriyanto saat melakukan pemantauan di BPBD Kabupaten Pasuruan.
Andriyanto mengatakan agar masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan dengan kondisi cuaca ekstream. Dirinya juga mengantisipasi beberapa bencana alam yang setiap tahunnya selalu menjadi langganan banjir dan tanah longsor.
“Mari kita bersama-sama melakukan beberapa upaya antisipasi bencana hidrometeorologi mulai dari banjir, longsor maupun terjangan angin kencang. Di antaranya dengan rajin melakukan mitigasi bencana di wilayah masing-masing,” katanya.
Andriyanto juga berpesan kepada masyarakat agar selalu membersihkan saluran air atau sungai di lingkungan rumahnya. Sehingga tidak ada sampah menyumbat saluran air yang dapat memicu banjir.
Senada dengan itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan dirinya telah melakukan koordinasi dengan 24 kecamatan yang ada di Kabupaten Pasuruan. Hal ini dilakukan untuk tetap menjaga lingkungan sekitar.
Selain untuk menjaga saluran air, Sugeng juga telah melakukan perampingan pohon yang berada di pinggir jalan. Hal ini guna mengantisipasi adanya pohon tumbang saat angin kencang berlangsung.
“Kalau pohon yang ditanam di area jalan Kabupaten, kami bekerjasama dengan DLH dan Bina Marga Kabupaten. Tapi kalau posisinya di jalan kelas provinsi, kami meminta bantuan pemaprasan pohon ke teman-teman DLH dan Bina Marga Provinsi Jatim,” urainya. [ada/beq]






