Sampang (beritajatim.com) – Musim kemarau 2026 diprediksi akan berlangsung lebih lama di Kabupaten Sampang, Madura, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kecenderungan musim kemarau yang lebih kering akan melanda sejumlah wilayah di Madura, termasuk Kabupaten Sampang.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, mengingatkan bahwa potensi kekeringan tahun ini perlu diwaspadai. “Titik-titik rawan kekeringan hampir setiap tahun mengalami persoalan serupa, sehingga perpanjangan musim kemarau akan memperbesar tekanan terhadap ketersediaan air bersih masyarakat,” ungkapnya, Rabu (29/4/2026).
Wilayah-wilayah di Sampang memang sering menghadapi kesulitan air ketika musim kemarau tiba. Oleh karena itu, jika kemarau berlangsung lebih lama, dampaknya bisa jauh lebih besar, mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat yang sangat bergantung pada pasokan air.
Sejalan dengan hal tersebut, BPBD Sampang telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi kemungkinan kekeringan yang lebih parah. Salah satunya adalah pemetaan wilayah yang diperkirakan akan terdampak kekeringan.
“Upaya ini diharapkan mampu meminimalkan dampak kemarau panjang, sekaligus menjaga ketersediaan air bersih bagi warga di wilayah terdampak,” lanjut Hozin.
Selain pemetaan, BPBD juga memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mempercepat penanganan apabila kekeringan terjadi. Koordinasi ini penting agar semua pihak yang terlibat dapat melakukan tindakan yang cepat dan efektif untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, dapat terpenuhi.
Pemerintah Kabupaten Sampang bersama berbagai pihak terkait diharapkan dapat terus memperbarui data dan informasi terkait perkembangan cuaca dan kondisi air di wilayah ini. Dengan demikian, upaya mitigasi dapat dilakukan secara maksimal, mengurangi dampak negatif yang lebih luas akibat musim kemarau yang lebih panjang. [sar/suf]






