Lamongan (beritajatim.com) – Meski telah dipersiapkan sedemikian rupa, Musyawarah Daerah (Musda) ke X DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Lamongan yang bakal digelar di Tanjung Kodok Beach Resort, Paciran Lamongan, pada Sabtu (8/1/2022) hari ini, gagal dilaksanakan.
Diketahui, banyak hal yang sudah dipersiapkan sebelumnya oleh panitia lokal. Persiapan mulai dari tempat, atribut, hingga segala kebutuhan lainnya untuk kepentingan Musda pada tempat dan waktu yang sudah ditentukan.
Mengetahui hal tersebut, beragam spekulasi politis tentang penyebab gagalnya Musda pun bermunculan, di antaranya diduga hal ini ditengarai oleh perebutan sengit bakal calon yang akan dipilih oleh 54 perawat utusan 18 Dewan Pengurus Kecamatan (DPK).
Dalam kesempatan ini, Wakil Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi DPD PPNI Lamongan, Rifai mengaku bahwa gagalnya Musda di Paciran ini karena para perawat yang memiliki hak suara dalam Musda kali ini banyak yang sedang fokus dan melaksanakan vaksinasi serentak untuk anak usia 6-11 tahun.

“Jadi teman-teman lebih mengutamakan untuk menjalankan tugas sebagai vaksinator serentak untuk anak-anak usia 6 sampai 11 tahun pada Sabtu hari ini,” kata Rifai saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (8/1/2022).
Bahkan, Rifai juga menegaskan, batalnya Musda di Tanjung Kodok Beach Resort ini telah lebih dulu diinformasikan dengan pertimbangan matang, melalui rapat panitia, sejak Jumat malam kemarin (7/1/2022).
“Informasi pembatalannya bukan mendadak pada Sabtu pagi tadi. Kan hampir semua perawat peserta Musda ini ikut sebagai tenaga pelaksana vaksinasi serentak,” paparnya.
Menurut Rifai, para perawat menyadari akan pentingnya untuk segera menuntaskan vaksinasi serentak yang menyasar anak usia 6-11 tahun ini. Ia menambahkan, hal itu lantaran pada pertengahan Januari 2022 ini akan dilaksanakan vaksinasi booster.
“Jadi, para perawat ini lebih mengutamakan kepentingan masyarakat, dari pada menggelar Musda,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Rifai menolak adanya anggapan yang mengatakan bahwa batalnya Musda ini karena persoalan bakal calon. Hal itu dibuktikan, lanjut Rifai, dengan belum adanya penjaringan bakal calon yang dilaksanakan dalam Musda tersebut.
“Insya Allah bukan karena itu. Tapi lebih pada pertimbangan adanya kesibukan perawat yang sedang melaksanakan vaksinasi serentak untuk anak usia 6-11 tahun yang harus segera tuntas,” tandasnya.
Lebih lanjut, Rifai juga menuturkan, bahwa persiapan yang dilakukan oleh pihak panitia pun belum sepenuhnya 100 persen, hal itu tampak seperti pemesanan konsumsi yang belum dilakukan karena sebelumnya telah dibatalkan.
“Jadi belum sampai ada makanan siap saji. Karena Jumat malam itu panitia sudah merapatkan pembatalan Musda. Panitia baru mengeluarkan biaya DP tempat untuk Musda. Kalau nilainya berapa, itu urusan di Bendahara PPNI,” bebernya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”lamongan”]
Saat ditanya mengenai kapan Musda ini akan digelar kembali, Rifai berkata, jika pihaknya belum bisa memastikannya. “Belum ada kepastian kapan Musda akan digelar lagi,” pungkasnya.
Sementara itu, saat beritajatim.com di lokasi Musda, beberapa sudut yang semula terpasang banner kegiatan, kini tampak telah dicopot, ruangan yang sebelumnya disiapkan telah dibersihkan, dan para peserta sudah check out dari Tanjung Kodok Beach Resort Paciran.
“Iya mas, acaranya enggak jadi, para peserta sudah check out dari sini, banner-banner yang terpasang sudah dibawa dicopot dan dibawa pulang,” ujar salah satu Security Tanjung Kodok Beach Resort saat ditemui di lokasi. [riq/but]






