Surabaya (beritajatim.com) – Komisi Disiplin (Komdis) Asprov PSSI Jatim menjatuhkan sanksi dan denda kepada klub Arek Suroboyo dan ofisial akibat mundur dari kompetisi Liga 3 PSSI Jatim 2023.
Komisi disiplin Asprov PSSI Jatim yang diketuai H Samiadji Makin Rahmat, bersidang pada Rabu (6/12) dan memutuskan Arek Suroboyo telah bersalah melanggar Pasal 58 angka (1) Kode Disiplin PSSI, yang menyatakan, Ketua klub, Heri Soedarsono dan manajer tim Nanang Arianto telah bersalah melanggar pasal 58 angka (3) Kode Disiplin PSSI, menghukum, Klub Arek Suroboyo dengan hukuman denda sebesar Rp150 juta.
Untuk itu, klub Arek Suroboyo didiskualifikasi dari dua kompetisi ke depan atau larangan mengikuti seluruh kompetisi yang diselenggarakan PSSI tahun 2024 dan tahun 2025. Kemudian Heri Soedarsono dan Nanang Arianto disanksi larangan melakukan aktivitas yang terkait dengan sepakbola selama 24 (dua puluh empat) bulan dan sanksi denda sebesar Rp. 100 juta.
Klub Arek Suroboyo menyatakan mundur dari keikutsertaan kompetisi Liga 3 PSSI Jatim 2023. Surat pengunduran diri Arek Suroboyo ini diterima Asprov PSSI Jatim pada 5 Desember yang ditandatangani ketuanya, Heri Soedarsono saat dimana kompetisi Liga 3 PSSI Jatim mulai digelar.
Dalam suratnya pengurus Arek Suroboyo memberitahukan bahwasannya pada Kompetisi Liga 3 Jawa Timur Tahun 2023/2024 menyatakan mengundurkan diri dari kepesertaan Kompetisi tersebut dikarenakan beberapa pemain dan official Arek Suroboyo merupakan Anggota Kesatuan TNI yang sedang bertugas di luar pulau.
Dengan pengunduran diri Arek Suroboyo ini Grup B yang tinggal diisi tiga klub, yaitu Persewangi, NZR Sumbersari dan Persebo Muda Bondowoso.(way/kun)
BACA JUGA: Gol Tunggal Vaiz Bawa Persid Jember Puncaki Klasemen Liga 3 Grup H Jatim






