Pasuruan (beritajatim.com) – Jika Berbicara kesegaran sumber air Banyu Biru pastinya tak luput dengan beragam mitos. Salah satunya mitos ikan Sengkaring. Menurut kepercayaan warga, ikan tersebut tak diperbolehkan untuk diambil atau dibawa pulang.
Bahkan menurut juru kunci pemandian sumber air Banyu Biru, Subandi, mengatakan bahwa ikan Sengkaring ada di sumber air Banyu Biru bermula saat dua prajurit Majapahit yang tidak mengikuti perjalanan menuju kaki Gunung Bromo. Kedua prajurit tersebut bernama Mbah Tombro dan Mbah Kebut.
Kedua Prajurit tersebut memiliki kerbau putih yang dimana kerbau tersebut sering mandi di kubangan Telaga Wilis yang saat ini dikenal sebagai sumber air Banyu Biru di Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Namun pada sore hari kerbau itu tidak kembali ke kandangnya.
“Biasanya kalau sudah sore menjelang magrib itu, kerbaunya pulang sendiri. Hingga usut punya usut ternyata kerbau tersebut tidur di aliran air yang menghubungkan ke pemukiman warga. Kemudain Mbah Tombro dan Mbah Kebut berusaha untuk menyingkirkan kerbau tersebut tapi tetap gak bisa,” jelas Subandi.
Kedua prajurit tidak menyerah dan terus berusaha memasukkan ke dalam kandang. Hingga suatu saat kedua prajurit tersebut berinisiatif untuk memukul kerbau dengan beberapa batang daun kelor. Tak lama kerbau tersebut beranjak hingga kembali ke kandangnya.
Saat beranjak, dari dalam kubangan mengalir air jernih dan ditemukan dua ekor ikan Sengkaring. Kedua ekor ikan ini kemudian berkembang biak hingga jika saat ini di hitung jumlahnya berkisar ratusan ribu ekor ikan Sengkaring.
Subandi juga mengatakan banyak keunikan yang ditujukkan oleh ikan Sengkaring yang mendiami pemandian air Banyu Biru. Ikan tersebut tidak pernah beranjak atau bahkan meninggalkan lokasi sumber perairan Banyu Biru, meski sumber air tersebut bisa dilewati oleh ikan.
“Bahkan kalau dikasih makan, ikan itu tidak mau mengikuti makanannya, dia hanya mau makan yang mereka abisa gapai. Kalau makanannya itu sendiri sampai keluar dari area sumber, mereka gak akan mau mengejarnya,” tambahnya.
Sampai saat ini masyarakat di wilayah pemandian air Banyu Biru masih mempercayai kesaktian ikan Sengkaring yang jumlahnya ratusan ekor. Bahkan para warga mempercayai jika ada masyarakat yang mengambil ikan, warga yang mengambil akan mendapat kesialan. (ada/but)






