Malang (beritajatim.com) – Krisis air bersih menjadi problem masyarakat yang ada diwilayah Kabupaten Malang bagian Selatan. Saking minimnya air bersih ditempat ini, beberapa siswa-siswi di SD Negeri 3 Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, terpaksa harus buang hajat atau Buang Air Besar (BAB) dan kecil, menumpang di rumah warga setempat.
Hal itu karena kurang maksimalnya akses air bersih menuju fasilitas umum seperti di lembaga sekolah tersebut. Menanggapi hal ini, Kepala SD Negeri 3 Druju, Suryani S.Pd mengatakan, ketersediaan air bersih menjadi sangat penting untuk menunjang berbagai kegiatan siswa dalam melakukan aktivitas belajar di sekolah.
“Kebutuhan air bersih ini memang sangat penting di sekolah. Untuk mewujudkan harapan murid dan para dewan guru, kami mohon adanya perhatian dari dinas terkait. Terutama air bersih untuk sekolah-sekolah,” ungkap Suryani, Jumat (14/7/2023).
BACA JUGA:
Ribuan Warga Malang Selatan Kekurangan Air Bersih
Hal sama juga disampaikan Yuli, salah satu Guru SDN 3 Druju. Yuli bilang, meskipun akses air bersih di SDN yang dihuni oleh sebanyak 90 murid ini sudah ada, tetapi belum maksimal karena air bersih tidak bisa mengalir. “Untuk anak-anak yang ingin BAB atau buang air kecil, ya terpaksa harus numpang di rumah warga disekitar sekolah,” tegas Yuli.
Selain kurang maksimalnya akses air bersih, selama bertahun-tahun SDN 3 Druju juga belum memiliki ruang perpustakaan. “Kami sudah dua kali mengajukan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, tetapi sampai hari ini belum juga ada jawaban,” beber Yuli.
Karena belum mempunyai ruang Perpustakaan yang memadai, buku-buku milik sekolah di SDN 3 Druju, terpaksa disimpan di tempat seadanya. Sehingga, ratusan tumpuk buku hingga raport siswa terkena air hujan dan menjamur. [yog/suf]






