Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi pesaing terkuat Capres PDIP Ganjar Pranowo yang telah diumumkan Megawati Soekarnoputri. Di bawah nama Ganjar dan Prabowo, baru kemudian nama Anies Baswedan. Tiga nama ini memang teratas di jajaran bursa capres sejumlah lembaga survei.
Prabowo sendiri mengaku telah mengantongi nama calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampinginya pada Pilpres 2024. Namun, Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu enggan membeberkan nama tersebut ke publik.
“Cawapres sudah di kantong saya. Kalian mau tahu? Kriteria wakil presiden adalah wakil negara Indonesia. Mau lagi? Mau kisi-kisi? Dia kalau tidak pria, dia kalau tidak perempuan,” ujar Prabowo di hadapan para kader se-Sumatera Barat di Batusangkar, beberapa waktu lalu.
Menurut Prabowo, akan ada waktunya untuk mengumumkan sosok yang akan mendampinginya pada Pilpres 2024. Ia sengaja tidak ingin buru-buru mengumumkan sosok itu.
“Masih perlu lagi? Pada saatnya akan diumumkan. Kalau cepat diumumkan, tidak ada seru. Politik harus dibikin seru, tapi indah. Jangan dibikin tegang, santai saja,” ungkapnya.
Baca Juga:
Lembaga Riset Politik SCG: Ada Potensi Duet Prabowo-Anies
“Kita yang penting bangsa ini sejuk dan rukun. Yang penting, Gerindra tidak boleh sombong. Semakin kita berisi, semakin kita merunduk. Selalu menghormati orang,” sambung Menteri Pertahanan RI itu.
Prabowo sudah beberapa kali ikut kontestasi Pilpres. Ia pertama kali ikut bertarung dalam Pilpres tahun 2009. Saat itu ia maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri.
Ketika itu Megawati dan Prabowo dikalahkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono. Selanjutnya, di Pilpres 2014 dan 2019, Prabowo yang maju menjadi capres, juga kalah dari Joko Widodo. Prabowo-Hatta kalah dengan Jokowi-Jusuf Kalla, kemudian Prabowo-Sandi kalah dengan Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

Hingga saat ini, sudah ada tiga nama yang sudah resmi dideklarasikan sebagai capres di Pilpres 2024. Mereka adalah Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.
Anies sudah resmi didukung tiga partai yakni NasDem, PKS dan Demokrat (Koalisi Perubahan). Sementara Ganjar telah resmi didukung oleh PDIP dan PPP. Adapun Prabowo sudah resmi didukung Gerindra dan PKB (Koalisi Kebangsaan Indonesia Raya/KKIR).
Keponakan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati yang menjadi Ketua Umum Tunas Indonesia Raya (Tidar) tiba-tiba memosting gambar Prabowo dengan tiga orang tokoh yang ingin dijadikannya cawapres pada IG story-nya. Mereka adalah Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak.
“Justru saya posting itu karena menurut saya mereka bertiga figur-figur yang sangat menarik untuk dijadikan pertimbangan,” kata Rahayu kepada beritajatim.com, Rabu (3/5/2023).
Baca Juga:
Kader Tidak Ingin Prabowo Jadi Cawapresnya Ganjar
Khofifah, menurut anak dari Hashim S. Djojohadikusumo ini, sebagai figur perempuan yang sangat berhasil di dunia politik, terpilih sebagai gubernur perempuan di salah satu provinsi paling padat di Indonesia.
“Mas Emil Dardak sebagai figur muda yang sangat intelektual dan berhasil menjadi Wakil Gubernur Jawa Timur. Kang Ridwan Kamil sebagai sosok gubernur dari latar belakang teknokrat atau profesional arsitektur yang juga sangat intelektual dan progresif,” tegasnya.
“Banyak figur lain yang hebat-hebat, tapi kebetulan saya juga kenal mereka bertiga secara pribadi dan mengagumi mereka,” imbuhnya.
Apa kriteria cawapres dari Prabowo agar bisa menambah suara elektoral? “Kalau persoalan ini banyak pertimbangan pasti. Dan, ini bisa sangat dinamis. Pasti banyak yang punya perspektif masing-masing,” pungkasnya.
Siapapun pasangan Prabowo nantinya, kita akan mendoakan Pilpres 2024 berjalan demokratis dan kondusif. Bukankah Ganjar dan Anies juga masih bingung mencari pasangannya? Artinya, Prabowo tidak sendirian mencari jodohnya di Pilpres 2024. [tok/beq]






