Surabaya (beritajatim.com) – Liverpool kalah, Chelsea imbang. Dan Manchester City tetap di jalur kemenangan. Berkat kemenangan tipis mereka tadi malam atas Brentford, City kini makin kokoh di puncak klasemen sementara.
Sejak kalah dari Crystal Palace akhir Oktober lalu, City terus mendapat kemenangan beruntun. Hingga penghujung tahun 2021 ini, mereka telah meraih 10 kemenangan beruntun.
Bertandang ke Brentford Community, City menurunkan pemain yang tidak jauh berbeda dari skuat mereka ketika membantai Leicester, Newcastle, dan Leed United. Pep hanya melakukan rotasi di posisi bek kiri yang diisi oleh Nathan Ake dan pengisi tiga penyerang depan.
Foden dan Grealish yang di dua pertandingan terakhir tak dimainkan karena masalah kedisiplinan akhirnya diberi kesempatan sejak menit pertama. Foden mengisi posisi false nine, sedangkan posisi sayap kiri diisi oleh Foden.
Sedangkan sayap kanan yang biasanya diisi oleh Ryad Mahrez kali ini diisi oleh Gabriel Jesus. Meski melakukan rotasi, City tetap mendominasi pertandingan dan bertubi-tubi melakukan serangan ke lini pertahanan Brentford.
Umpan-umpan yang dilepaskan De Bruyne dari half space berkali-kali membuat pertahanan Brenford kesulitan. Ditambah dengan pergerakan para pemian City yang sangat dinamis, membuat Brentford harus parkir bus di area kotak pinalti sendiri.
Umpan dari De Bruyne juga yang kemudian membawa City bisa menciptakan gol. Mendapat back pass dari Jesus yang bergerak di sisi kanan pertahanan Brentford, De Bruyne kemudian melepaskan umpan dari half space ke depan gawang yang dijaga Fernandez.
Foden yang mampu lepas dari kawalan dua pemain Brentford berhasil melakukan tap in, untuk membuat City unggul tepat di menit ke 16. Wasit sempat memeriksa potensi terjadinya offside melalui VAR. Namun, gol tersebut kemudian disahkan oleh wasit.
Meski terus bertahan, beberapa kali Brentford juga mendapatkan peluang. Seperti ketika umpan silang dari sayap kiri Brentford di sundul oleh Ruben Diaz dan menuju gawangnya sendiri. Untungnya, Ederson masih cukup sigap untuk menghalau bola.
Di akhir pertandingan, City sebenarnya sempat menggandakan keunggulan. Kali ini kembali lagi De Bruyne yang menjadi aktor. Umpannya dari tendangan bebas, tepat menuju Laporte yang berada di tengah area kotak pinalti.
Laporte kemudian melepaskan sundulan yang menghujam deras ke bawah kiri gawang. Sayang, gol ini kemudian dianulir oleh wasit setelah dicek melalui VAR. Laporte dianggap telah berada dalam posisi offside.
Dengan kemenangan ini, City menjadi satu-satunya tim yang paling konsisten dari tiga tim teratas yang menjadi kandidat kuat juara Premier League. Jarak poin mereka pun terus bertambah. Dengan Chelsea yang berada di posisi kedua, City unggul 8 poin. Sedangkan dengan Liverpool yang masih menyimpan satu pertandingan, mereka unggul 9 poin. [tur]






