Mojokerto (beritajatim.com) – Setelah penemuan mayat di sungai depan Balai Desa Dlanggu, setengah jam kemudian warga Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto digegerkan dengan penemuan sesosok mayat. Mayat ditemukan dalam kondisi membusuk di sekitar tanggul sisi selatan Sungai Brantas.
Mayat pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 15.00 WIB, saat tengah berburu burung di sekitar lokasi. Di sekitar lokasi juga tercium bau menyengat yang diduga dari mayat pria yang terlentang membusuk di bawah pohon jambu tersebut.
[berita-terkait number=”5″ tag=”mayat”]
Saat ditemukan, mayat ditemukan tergeletak beralaskan kemeja motif kotak warna merah dan mengenakan busana lengkap. Kaos warna coklat dan celana panjang warna biru dongker. Sementara, wajah korban rusak hingga tak bisa dikenali.
“Setelah mencium bau busuk itu, yang cari burung tadi melihat ada mayat di bawah pohon. Kondisinya sudah busuk. Matanya mendelik (melotot), yang satu sudah rusak (kondisi mata). Dan sepertinya itu (korban) lidahnya melet (menjulur),” ujar warga setempat, Rudi, Minggu (16/10/2022).
Penemuan mayat tersebut menarik perhatian dan sempat menjadi tontonan warga. Penemuan mayat tersebut langsung dilaporkan ke perangkat desa dan pihak kepolisian. Anggota Unit Reskrim Polsek Pungging bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Mojokerto datang ke lokasi.
Kanit Reskrim Polsek Pungging, Ipda Bambang Sunandar membenarkan adanya temuan mayat di Desa Bangun, Kecamatan Pungging tersebut. “Tim Inafis Satreskrim Polres Mojokerto melakukan olah TKP. Diperkirakan korban sudah meninggal sekitar tiga minggu,” jelasnya. [tin/kun]






