Mojokerto (beritajatim.com) – Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan mengapung di DAM Rolak 9 pintu 1 Sungai Brantas Kabupaten Mojokerto, Sabtu (17/12/2022). Mayat tersebut dievakuasi di wilayah Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto setelah keluar dari pintu 3 dan hanyut sejauh kurang lebih 13 km.
Mayat tersebut pertama kali diketahui warga yang melintas DAM Rolak 9 sekitar pukul 06.30 WIB, masuk wilayah Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo. Mayat terlihat di pintu 1 di antara sampah dan tanaman enceng gondok.
Lantaran pintu 1 tertutup dan arus yang cukup deras, mayat terbawa aliran sungai beralih ke pintu 2 dan 3. Sebelumnya, mayat sempat berputar-putar diterjang arus.
“Iya awalnya di pintu 1. Karena tertutup dan arusnya deras sehingga berputar di situ, di antara sampah dan tanaman enceng gondok. Tak lama pindah ke pintu 2 dan keluar dari pintu 3, pintu 2 dan 3 terbuka,” ungkap relawan Punakawan, Niki Mas Aden.
Karena arus yang deras dan kondisi muka air Sungai Brantas yang lumayan tinggi membuat mayat hanyut ke arah utara. Aden bersama temannya kemudian mengikuti arah mayat tersebut hanyut. Sesekali dia harus berhenti dari sepeda motor yang dikendarai untuk melihat posisi mayat.
“Saya kejar sama teman saya dan saya ikuti ke mana hanyutnya. Ya kadang saya turun dari motor dan melihat apakah masih hanyut atau tersangkut sampai akhirnya ke wilayah Kecamatan Pungging. Sebelum Jembatan Ngrame sebenarnya sudah berhasil kita ambil tapi kita kesulitan evakuasi,” katanya.
Aden menceritakan, temannya membawa pelampung dan terjun ke Sungai Brantas sementara dia meminjam tali tampar dari perangkat desa setempat. Tali tampar tersebut digunakan untuk mengikat mayat agar bisa ditarik ke pinggir dan dievakuasi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”penemuan-mayat”]
“Sekitar 300 meter sebelum Jembatan Ngrame sisi utara, kemudian kita tarik ke bawah Jembatan Ngrame dan di situ baru bisa dievakuasi. Setelah dilakukan identifikasi oleh petugas dari Polres Mojokerto, mayat dievakuasi dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Porong,” ujarnya.
Ia mengaku tidak melihat kondisi mayat sepenuhnya namun yang tampak rambut korban sudah rontok. Korban memakai kemeja lengan panjang warna biru tanpa mengenakan celana. Dia menduga korban baru beberapa hari di dalam air karena sidik jari dimungkinkan belum rusak.
“Mungkin 3-4 hari di air, masih bagus kok (kondisi badan korban). Ya kemungkinan dari arah Jombang, di Jombang juga ada yang hilang sekitar tanggal 26 kemarin (November). Tapi sepertinya bukan itu karena ini belum rusak, untuk tanda-tanda lain saya kurang tahu karena tidak ikut ke rumah sakit,” tuturnya.
Setelah dilakukan identifikasi, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penemuan mayat mengapung di Sungai Brantas tersebut. [tin/beq]







