Malang (beritajatim.com) – Fakultas Kedokteran (FK) Unisma saat ini sudah terakreditasi B dari BAN-PT tahun 2011 dan tahun 2021 meningkat terakreditasi menjadi Baik Sekali dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes). Selain itu, FK Unisma telah memiliki mitra dengan 9 rumah sakit pendidikan, juga punya fasilitas unggul.
Saat ini, ada tiga program studi di Fakultas Kedokteran yang jadi pilihan oleh calon mahasiswa. Mulai dari Program Studi Pendidikan Dokter, Profesi Dokter, dan Farmasi. Dekan FK Unisma dr Rahma Triliana M.Kes, Ph.D menjelaskan bahwa FK Unisma telah lulus 100 persen Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) selama delapan kali berturut-turut.
Rahma berharap selanjutnya dapat mempertahankan 100 persen kelulusan UKMPPD itu. ’’Pencapaian FK Unisma ini tak lain berkat dukungan dari seluruh civitas Unisma dan RS pendidikan FK Unisma yang terakreditasi semua,’’ terangnya.
FK Unisma kini masih membuka pendaftaran calon mahasiswa baru gelombang 3. Pendaftaran dapat dilakukan melalui pmb.unisma.ac.id atau WhatsApp Fakultas Kedokteran Unisma 08170558958. Batas akhir pendaftaran pada 8 Agustus 2022.
Salah satu jalur masuk di FK unisma yaitu jalur pesantren, syaratnya terbuka bagi calon maba yang menjalani SMA dan menjadi santri di pesantren. Lewat jalur ini, FK Unisma akan memberi keringanan seperti DPP.
[berita-terkait number=”4″ tag=”unisma-malang”]
“Minimal tiga tahun di pondok. Selain itu, semakin banyak hafalannya akan makin banyak diskon,” jelas Rahma dalam keterangan, Selasa (02/08/2022). Semakin lama di ponpes, kata dia, maka akan memberi pengaruh reward yang diterima.
Untuk jalur pesantren juga ada ujian kepesantrenan yang berpengaruh pada biaya masuk. Untuk pendaftaran ini juga perlu surat penguatan dari pondok pesantren sewaktu SMA. “Kami berharap mereka nanti bisa menguatkan ponpes di kampus,” imbuh Rahma.
Kata Dekan FK itu, mahasiswa wajib setahun masuk ma’had di kampus. “Tapi bagi mahasiswa yang non muslim ya tidak. Kalau mau tinggal di mahad ya gak papa. Tapi bisa saja tinggal di rusunawa dekat ma’had,” katanya.
Menurutnya, kampus Unisma mengayomi semua unsur karena merupakan kampus yang multikultural. [dan/but]






