Lamongan (beritajatim.com) – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) di Lamongan belum sepenuhnya terserap. Tercatat, selama dua pekan ini masih ada ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) yang belum mengambil jatah mereka.
Menurut Satgas BLT BBM Pos Indonesia Cabang Lamongan, Agus Harianto, mereka yang belum mengambil jatah bantuan ada sebanyak 2.945 KPM. Diketahui, bantuan ini berupa uang tunai Rp500 ribu, dengan rincian Rp300 ribu untuk BLT BBM dan Rp200 ribu untuk BPNT/reguler.
“Sesuai data yang ada di PT. Pos Indonesia Cabang Lamongan, sejauh ini sebenarnya sudah tersalur 97 persen dari total 88 ribu KPM, ada 2.945 yang belum mengambil,” ungkap Agus, Senin (19/9/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”BLT”]
Adanya kendala penyerapan BLT ini, Agus mengatakan, lantaran terdapat beberapa KPM yang memang berhalangan mulai dari kendala umur, sakit, hingga bepergian. Hal ini berdasarkan laporan yang diterima melalui Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).
Sementara sesuai amanat Presiden, tutur Agus, percepatan penyaluran BLT ini memang harus dilakukan semaksimal mungkin. Oleh karenanya, pihaknya mengaku akan melakukan asesmen ke lapangan. “BLT ini memiliki masa kedaluwarsa apabila jadwal pencairannya ditutup. Tapi nanti yang belum mengambil kita seleksi, ada yang sakit, ada yang sudah tua, nanti kita visit (berkunjung) ke rumah yang bersangkutan,” imbuhnya.
Secara terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lamongan, Hamdani Azhari mengaku bahwa proses penyaluran BLT BBM ini ditargetkan bisa selesai pada pekan depan. “Pekan depan Insya Allah rampung. Kami sudah kordinasi dengan TKSK terkait asesmen dan PT. Pos Indonesia agar bisa jemput bola,” tandasnya.[riq/kun]






