Tuban (beritajatim.com) – Razia petugas gabungan TNI/Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Tuban diwarnai adu mulut, lantaran seorang pemilik hotel tak terima jika usahanya di razia.
Diketahui petugas melaksanakan razia di Hotel Bintang, saat itu pemilik hotel bernama Gunawan meminta surat perintah tugas (Sprint) razia kepada Satpol PP Tuban dan terjadilah adu mulut.
Menurut Gunawan, petugas harus memberikan pembinaan ketimbang terus-terusan menggelar operasi di usaha penginapannya.
“Tolong kami dibina, namanya dunia usaha kami punya karyawan butuh makan juga. Saya nggak ada ini nggak masalah,” ujar Gunawan.
Lalu, Gunawan juga bertanya apakah hotel di mana-mana seperti itu. “saya tanya jujur aja tapi, apakah ada model hotel yang nggak ada tamu kayak gitu, ada pasti,” tanya Gunawan kepada petugas.
Gunawan juga merasa tidak adil jika hanya usahanya yang dilakukan penggerebekan, sedangkan di Hotel Mustika Tuban tidak dilakukan, ia bahkan membandingkan dengan era Bupati Tuban sebelumnya yakni yang dipimpin Fathul Huda, Satpol PP Tuban masih berani melakukan penertiban di Hotel Mustika.
Diketahui, Hotel Mustika Tuban yakni milik ibunda Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky. “Sekarang saya tanya Bapak Lindra jadi Bupati, apa berani datang kesana, sudahlah saya dulu jadi DPR satupun Satpol PP gak ada yang kesini,” kata Gunawan.
Baca Juga: Razia Tempat Karaoke di Tuban, Petugas Gabungan Temukan Puluhan Miras
Menanggapi hal itu, Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol-PP Chusnul Yakin menyampaikan, bahwa apa yang dilaksanakan oleh petugas gabungan sudah sesuai dengan SOP.
“Betul, kami hanya melaksanakan berdasarkan pengaduan masyarakat,” tutur Chusnul Yakin.
Beberapa kali petugas Satpol PP Tuban juga menyampaikan, bahwa hotel di Kabupaten Tuban sudah pernah dilakukan penertiban sesuai dengan aduan masyarakat.
“Jadi kalau memang ada aduan, maka akan kami tindaklanjuti,” terang Chusnul sapaannya. [ayu/ted]






