Surabaya (beritajatim.com) – Manggis dan mangga asal Surabaya Jawa Timur siap memanjakan lidah konsumen Australia! Buah-buahan lezat ini akan segera menembus pasar Australia setelah melalui proses iradiasi yang diakui pemerintah Australia.
PT Energi Sterila Higiena, yang terletak di Tambak Langon Surabaya, Jawa Timur, saat ini tengah dalam proses mendapatkan izin dan memenuhi standar ekspor yang ditetapkan oleh Indonesia dan Australia.
Pada bulan April 2024, PT Energi Sterila Higiena akan menjalani audit menyeluruh dan mengikuti pelatihan di Australia dengan dukungan Katalis, sebuah program pengembangan bisnis yang diinisiasi oleh pemerintah Australia dan Indonesia untuk mendorong implementasi Perjanjian Kerjasama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA).
“Katalis terus berupaya untuk mempercepat peluang ekspor manggis dan meningkatkan iradiasi produk segar Indonesia ke Australia, berkat dukungan kuat dari pemerintah kedua negara,” ujar Paul Bartlett, Direktur Program Kerjasama Ekonomi IA-CEPA Katalis.
“Kegiatan ini hanyalah awal dari peluang yang lebih besar dalam industri hortikultura kedua negara, dan berpotensi menjangkau pasar ketiga.”tambahnya.
Inisiatif ini berawal dari visi Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024 Dr Emil Dardak untuk menyelaraskan dengan standar biosekuriti Australia. Sebuah studi pemetaan ekspor manggis, yang juga didukung oleh Katalis, telah dilakukan sebagai langkah awal.
“Inilah saatnya bagi produk asli Indonesia, termasuk Jawa Timur, untuk mendunia. Sebagai tetangga terdekat, sudah selayaknya kita memperluas hubungan dagang dengan Australia,” kata Atase Perdagangan RI di Canberra Agung Haris Setiawan saat mengunjungi fasilitas PT Energi Sterila Higiena pada tanggal 19 April.
“Ekspor berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menurunkan tingkat kemiskinan, dan tentunya bermanfaat bagi perekonomian provinsi dan nasional.”tambah Agung
Konselor Ekonomi Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Simon Anderson, menambahkan, “Yang kita saksikan di Tambak Langon hari ini adalah salah satu contoh manfaat IA-CEPA dalam meningkatkan nilai tambah bagi dunia usaha Indonesia dan membuka peluang untuk memasuki pasar Australia. Selain meningkatkan akses pasar, IA-CEPA juga terus mendorong perdagangan dua arah dan mendukung pertumbuhan inklusif.”
Konsul-Jenderal Australia di Surabaya, Fiona Hoggart, menyambut baik langkah maju ini. “Kami menyambut baik kegiatan ini sebagai langkah maju untuk mengembangkan hubungan dagang antara Australia dan Indonesia, terutama karena lokasi strategis kegiatan ini di Jawa Timur,” ujarnya. “Kegiatan ini juga berpotensi memberikan dampak signifikan dalam menciptakan peluang baru bagi perempuan, yang merupakan separuh dari tenaga kerja sektor pertanian di Indonesia, untuk membuka peluang baru.”
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan dan prosedur yang diperlukan, PT Energi Sterila Higiena dapat mendaftarkan diri sebagai penyedia jasa iradiasi untuk produk buah-buahan segar yang diakui oleh pemerintah Australia.
“Kami menyambut dukungan Katalis untuk mengimplementasikan visi kami dalam meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia melalui layanan iradiasi komersial yang memenuhi standar dan diakui secara internasional. Kami siap bekerja sama dengan pemangku kepentingan terkait di Australia untuk menyukseskan kegiatan ini,” kata Pendiri PT Energi Sterila Higiena, Dahlan Iskan.
Permintaan terhadap manggis dan mangga Indonesia tergolong tinggi. Menurut data Statista, nilai ekspor manggis Indonesia mencapai sekitar 75 juta dollar Amerika pada tahun 2022. Namun, untuk dapat memasuki pasar Australia, kendala utama yang dihadapi Indonesia adalah aturan biosekuriti yang ketat.
Inisiatif baru ini diharapkan dapat membuka peluang bagi petani dan eksportir manggis dan mangga asal Indonesia untuk memasuki pasar baru yang lebih luas. Fasilitas iradiasi ini juga diharapkan dapat menarik minat eksportir manggis, mangga, dan buah-buahan eksotis lainnya dari daerah pemasok utama seperti Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Sumatera Utara.
Jika berhasil mendapatkan pengakuan dari pemerintah Australia, kegiatan ini juga dapat mendatangkan investasi lain di bidang fasilitas iradiasi dan fasilitas pendukung lainnya, seperti gudang penyimpanan beku dan pelatihan bagi penyedia jasa layanan asal Australia.
Suksesnya inisiatif ini menandakan langkah maju dalam kerjasama antara Indonesia dan Australia, dan membuka jalan bagi peluang ekonomi yang lebih luas bagi kedua negara. (ted)






