Bojonegoro (beritajatim.com) – Klub sepakbola Persibo Bojonegoro belum bertuan. Manajemen lama telah resmi menyerahkan kepemilikan maupun pengelolaan kepada Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah. Surat penyerahan tertanggal 10 April 2020 ditandatangani CEO Persibo Abdullah Umar dan Sekretaris Persibo Sally Atyasasmi.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro Amir Syahid mengatakan, saat ini untuk penggantian manajemen baru masih dalam proses. Namun, dia menargetkan Persibo Bojonegoro tetap bisa mengikuti kompetisi Liga 3 PSSI Jatim. “Sekarang sudah ada (manajemen baru). Tapi masih dalam proses,” ujarnya, Sabtu (12/6/2021).
Dua kandidat muncul yang akan menjabat CEO klub berjuluk Laskar Angling Darma ini. Sukur Priyanto, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bojonegoro kandidat pertama yang siap mengelola Persibo Bojonegoro secara profesional tanpa menggunakan APBD. Wakil Ketua DPRD Bojonegoro ini mengaku bersedia setelah beberapa kali didatangi oleh elemen suporter.
[berita-terkait number=”5″ tag=”persibo”]
“Saya beberapa kali didatangi elemen suporter dan pada puncaknya Rabu (9/6/) malam akhirnya saya bersedia. Saya berpikir mungkin ini menjadi bagian ikhtiar saya membesarkan Persibo dan menjadi kebanggaan warga Bojonegoro,” ujarnya.
Ada beberapa konsep agar bagaimana Persibo bisa berkembang dengan baik. Yang jelas menurut dia, pihaknya tidak akan bekerja sendiri, tetapi secara kolektif dan berjejaring dengan semua elemen. “Namun, sekarang belum bisa saya sampaikan, karena ternyata masih ada yang tidak suka dengan keberadaan saya sebagai CEO,” katanya.
Bahkan pihaknya juga membuat surat pernyataan bermaterai yang menyebut bahwa dalam pengelolaannya Persibo Bojonegoro tidak menggunakan dana APBD sesuai permintaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro. “Prosesnya sangat cepat baik dalam penyusunan kepengurusan maupun teknis lainnya karena mengejar pendaftaran Liga 3 PSSI Jatim,” jelasnya.
Berdasar surat Asprov PSSI Jawa Timur yang ditandatangani ketua Ahmad Riyadh, pendaftaran terakhir klub Liga 3 pada pukul 00.00 WIB, 20
Juni mendatang.
Sukur mengatakan, klub yang berlaga di tingkat amatir ini akan dikelola secara profesional. Seperti, banyak orang yang peduli dengan Persibo yang akan digandeng. “Sehingga saya akan melibatkan orang-orang yang berkompeten dan saya punya keyakinan Persibo bisa berjaya seperti dulu lagi,” jelas pria yang mengaku juga pernah terlibat dalam pengelolaan Persibo di Liga Piala Indonesia.
Sukur mengaku, keberadaannya dalam struktur calon manajemen murni membantu elemen suporter mengembalikan kejayaan Persibo. Tidak ada kepentingan lainnya. “Bahkan saya sampaikan ke suporter bahwa yang muncul nanti pasti sebagai kendaraan politik. Tendensi saya murni untuk memajukan Persibo,” tegasnya.
Sementara kandidat yang kedua yang muncul kepermukaan struktur pengelolaan manajemen Persibo, sebagai Pembina Bupati Bojonegoro dan Manajer Klub Yanuar Amni dengan sekretaris klub dan Media Officer Ebta Heri Susanto. Jurnalis beritajatim.com belum menghubungi manajer klub yang dibawah binaan Bupati ini. Sehingga masih butuh konfirmasi lebih lanjut. [lus]






