Blitar (beritajatim.com) – Erlin (47) majikan yang ditemukan meninggal bersimbah darah di rumahnya jalan Sulawesi Kelurahan Karangtengah Kota Blitar dikenal dan sangat tenar kejam terhadap para asisten rumah tangga (ART)
Menurut pengakuan warga, banyak ART Erlin yang kabur akibat tidak kuat dengan perlakukan kejamnya. Adapun terakhir kabur, adalah seorang perempuan asal Lamongan Jawa Timur.
ART asal Lamongan itu kabur usai digigit anjing, ia juga sempat meminta tolong ke warga sekitar untuk diantarkan pulang.
“Dua minggu lalu pembantunya juga kabur usai digigit anjing katanya si Erlin ini tidak mau tanggung jawab akhirnya ia nekat kabur saya antarkan ke terminal,” ucap Adi, tetangga Erlin, Selasa (02/01/24).
Dari cerita yang didapat oleh warga, Erlin juga sering tidak membayarkan gaji ART. Bahkan ada ART Erlin yang kabur usai 5 bulan tidak dibayarkan gajinya.
“Kalau keterangannya akan diberikan gaji Rp.3,1 juta per bulan tapi ada yang dulu kabur juga 5 bulan tidak dibayar,” cerita Adi.
Menurut warga sekitar, Erlin memperlakukan ART layaknya hewan peliharaan. Sang ART tidak boleh keluar rumah.
Jika Erlin pergi keluar maka pintu gerbang akan dirantai dari luar. Sang ART pun dilarang berinteraksi dengan warga sekitar.
“Ya diperlakukan kayak anjingnya ini, kalau keluar gerbang itu dirantai dari luar, tidak boleh berinteraksi,” tegasnya.
Diketahui selama ini Erlin selalu memiliki 2 orang ART. Namun menurut warga ART Erlin berasal dari luar Kota Blitar.
Erlin sendiri tidak pernah melaporkan siapa saja ART ke pihak RT setempat. Sehingga warga sekitar dan RT tidak tahu siapa saja yang menghuni rumah sekaligus tempat penampungan anjing tersebut.
“Tidak pernah laporan, jadi tidak tahu siapa saja dan dari mana pembantu-pembantunya itu,” tutupnya.
Sebelumnya Erlin (47) dan sang ART ditemukan meninggal dunia dengan kondisi membusuk. Erlin atau yang biasa disapa sinyo ditemukan meninggal di bagian dapur rumah. Sementara sang pembantu meninggal di teras rumah. [owi/aje]






