Malang (beritajatim.com) – Tim Basarnas Surabaya menghentikan proses pencarian jasad mahasiswi kedokteran asal Swiss dan seorang pemandu wisata yang terseret ombak Pantai Jembatan Panjang, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.
Penghentian upaya Pencarian and Rescue disampaikan langsung Kepala Kantor Basarnas Surabaya, Muhammad Hariyadi, Jumat (14/7/2023) malam ini pada awak media.
“Pencarian ditutup hari ke-7 ini. Sudah tidak ada tanda-tanda ditemukan korban, adapun SOP pencarian apabila sudah bari ke-7 jika tidak ditemukan tanda-tanda korban, kondisi di lapangan juga sudah tidak memungkinkan lagi dilakukan pencarian,” tegas Hariyadi.
“Maka operasi SAR kami hentikan dan dilanjutkan dengan pemantauan. Apabila ada tanda-tanda ditemukan kembali, bahwa operasi SAR bisa dibuka kembali,” sambung Hariyadi.
Hariyadi menjelaskan, langkah selanjutnya adalah melakukan pantauan. Memaksimalkan potensi lokal untuk memberikan informasi kepada masyarakat sesuai dengan SAR Prediction, bahwa angin di wilayah pantai selatan saat ini mengarah ke barat.
“Sesuai dengan penemuan jasad saudara Made itu di pantai Popoh, Tlungagung. Kita juga mengkonfirmasi ke wilayah kerja kantor SAR tetangga dalam hal ini kantor SAR Jogja, di wilayah Gunung Kidul Bantul, itu untuk di pantau dilakukan informasi kepada nelayan masyarakat sekitar,” tegas Hariyadi.
Penghentian SAR oleh Basarnas, lanjut Hariyadi, pihaknya juga sudah melalui rapat dan evaluasi bersama keluarga korban yang jasadnya belum ditemukan. Basarnas juga sudah menginformasikan dengan kedutaan Swiss dan Kementerian Luar Negeri. Bahwa pihaknya sudah menyampaikan jika Operasi SAR sesuai dengan SOP, dinyatakan selesai untuk dihentikan.
“Namun apabila ada tanda-tanda akan kita buka kembali,” ujarnya.
Hariyadi menambahkan, pihaknya juga sudah menerima informasi dari keluarga korban mahasiswi kedokteran asal Swiss atas nama Jana Olivia. “Informasinya keluarga Jana ini akan ke Indonesia, melihat tempat kejadian itu,” tuturnya.
Masih kata Haryadi, jika ada permintaan dari pihak keluarga korban yang jasadnya belum ditemukan, apa bila ada permintaan dari keluarga, juga akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan, memungkinkan apa tidak untuk dilakukan SAR kembali.
BACA JUGA:
Kondisi Membaik, Ana Briva Bakal Pulang ke Spanyol
“Kita lihat dengan situasi yang ada dilapangan. Pihak keluarga juga sudah menerima kejadian ini seperti yang sudah saya sampaikan ke staf Kedutaan juga,” Hariyadi mengakhiri.
Hingga Jumat (14/7/2023) malam ini, dua jasad yang belum ditemukan atas nama Bayu Perbangsa (Tour Guide), warga Cemoro Kandang, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang. Serta Jana Olivia, Mahasiswi Kedokteran asal Swiss. [yog/but]






