Malang (beritajatim.com) – Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (Fapet Unisma) menciptakan layanan konsultasi dan pelatihan bagi masyarakat. Pelayanan tersebut mendapat pendanaan dari program Rumah Kreatif Mahasiswa (RKM) Unisma.
Tim RKM tersebut beranggotakan enam mahasiswa Fapet Unisma diantaranya Siti Ainun Nisak, M.Naufal Nawwaf, Moch Anwar Setiawan, M Alfian Pratama, Gita aprilianti, M Syahroni dibimbingan oleh Dr drh Nurul Humaidah M, Kes. Ketua tim, Siti Ainun Nisak menjelaskan jika layanan konsultasi diberikan pada masyarakat saat kesulitan dalam pembuatan formulasi pakan atau mengalami kesulitan lain dalam hal peternakan domba dan kambing.
“Pada tanggal 16 Juli 2022 Tim kami membentuk lembaga padepokan jasa konsultasi ternak kepada masyarakat di Desa Sumberejo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Kami memberi saran dengan melihat potensi limbah kulit kopi yang melimpah dapat diolah menjadi pakan alternatif bernutrisi tinggi,” kata Ainun Nisak pada Senin (12/12/2022).
Selain itu, menurut mahasiswa yang saat ini semester 7 itu, pakan alternatif yang mereka sarankan pada masyarakat cenderung lebih murah dan selalu ada sepanjang tahun. Pakan tersebut dapat menguntungkan bagi peternak dan dapat menaikan taraf ekonomi masyarakat di Desa Sumberejo.
Limbah kulit kopi yang belum termanfaatkan akan menyebabkan keuntungan ekonomi yang seharusnya yang diperoleh dari kegiatan produksi usaha tani kopi belum dapat dirasakan secara optimal. Limbah kulit kopi dapat diolah memakai inovasi teknologi fermentasi dan silase menjadi pakan ternak kambing yang berkualitas.
“Kelompok kami juga menyarankan pada masyarakat agar feses ternak kambing juga bisa diolah sebagai pupuk organik yang berkualitas untuk kesuburan tanah lahan perkebunan kopi, jeruk, sayuran, tebu, dan lainnya,” imbuhnya.
Nisak menambahkan jika hasil diskusi dari tim menghasilkan temuan jika pemanfaatan limbah kulit kopi sebagai pakan alternatif. “Kami memberikan pemahaman dan memberi jasa pelayanan kepada peternak atau petani kopi tentang manfaat dan penerapannya agar terbentuk keterkaitan yang saling menguntungkan antara tanaman dan ternak,” paparnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”unisma-malang”]
Petani dapat memanfaatkan limbah kulit kopi sebagai pakan ternak sehingga dapat mengatasi biaya pakan ternak. Kotoran ternak dapat menjadi pupuk organik bagi tanaman kopi sehingga dapat mengatasi biaya pemupukan. Dengan itu, imbuhnya, dapat terciptanya sistem agribisnis yaitu dalam satu satu proses produksi kopi dan pemeliharaan hewan ternak kambing.
Dia berharap adanya layanan yang dibuat bersama tim dapat meningkatkan pemahaman peternak dan petani dalam memanfaatkan limbah kulit kopi sebagai bahan pakan alternatif. Peternak ataupun petani belum memiliki pengetahuan mengenai pengolahan limbah kulit kopi sebagai pakan ternak.
“Maka solusi yang ditawarkan dalam kegiatan ini adalah kami memberikan jasa pelayanan dalam meningkatkan pemahaman dalam mengolah limbah kulit kopi sebagai pakan ternak,” tutupnya. (dan/ted)






