Pasuruan (beritajatim.com) – Sejumlah mahasiswa yang mencakup Pasuruan Raya melakukan audiensi di Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan. Dalam aksinya aliansi mahasiswa se-Pasuruan Raya mengajukan dua tuntutan.
Kedua tuntutannya tersebut yakni terkait kenaikan harga bahan bakar minyak dan kenaikan PPN. Hal ini dirasa merugikan masyarakat luas termasuk Pasuruan raya.
“Aksi kali ini kami menuntut dua hal, yakni kenaikan harga bahan bakar minyak dan kenaikan PPN yang menjadi 12%. Hal ini pasti dirasakan oleh semua kalangan masyarakat, termasuk warga Pasuruan sendiri,” ujar Bahrul Ulum koordinator aliansi mahasiswa Pasuruan Raya, pada Rabu (20/04/2022).
Dalam audiensinya mahasiswa Pasuruan Raya ditemui dengan wakil ketua DPRD, Andre Wahyudi dan dinas perindustrian Kabupaten Pasuruan. Dari kedua tuntutannya, anggota dewan mengapresiasi hal tersebut dan saling memberikan solusi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pasuruan”]
“Pada aksi ini kami diapresiasi oleh anggota dewan. Karna kita disini tidak cuman mengkritisi, tapi juga saling menyampaikan solusi dari kami maupun anggota dewan,” sambung pria yang sedang menempuh perkuliahan di Universitas Yudharta.
Sekadar informasi, dalam audiensi yang dilakukan 10 mahasiswa ini, mereka menyampaikan akan melakukan aksi besarnya di Pasuruan Kota. Mereka juga akan melakukan unjuk rasa dengan masa yang banyak guna menyuarakan beberapa tuntutan yang berbeda di Kabupaten Pasuruan. [ada/but]






